Hukum khuruuj (keluar) bersama jamaah tablig (Syeikh Mustafa eladawy)

Siapa Anda

Sabtu, 24 Desember 2011

Menyingkap Kerancuan JT

Setelah diterbitkan buku kecil dan tipis yang berjudul "Menguak Kesesatan Jama'ah Tabligh ", Banyak tanggapan,sanggahan, dan pembelaan baik dari yang mengaku dari Jama'ah Tabligh (JT) maupun dari luar Jama'ah Tabligh (JT) maupun dari luar Jama'ah Tabligh, baik dari Via Telepon maupun SMS.
Sebenarnya para Ulama Ahlussunnah telah sepakat atas kesesatan Jama'ah Tabligh, hanya saja bagi Jama'ah Tabligh atau kelompok lain yang tidak mengerti prinsip-prinsip Ahlusunnah Wal-Jama'ah di dalam memahami dan mengamalkan islam menjadikan penjelasan para ulama tentang kesesatan JT menjadi samar dan rancu (buram dihadapkan mereka). hal ini karena jauhnya merekea dari ilmu yang benar yaitu ilmu yang telah difahami oleh para shabat dan yang mengikuti mereka dengan baik, As-Salaf Ahlusunnah Wal Jama'ah.

Berikut kami sampaikan kepada pembaca kerancuan-kerancuan dari orang yang mengaku JT atau para pembela JT yang telah menghubungi penulis. karena banyak SMS atau telepon yang masuk saya tidak perlu menyebutkan nama atau nomer HP atau telepon mereka. saya hanya sebutkan kerancuan-kerancuannya saja dan tanggapan saya, orang-orang yang mengaku JT atau pembela JT saya sebut Fulan dan apabila berpindah pada orang lain saya sebut fulan ke 2 dan seterusnya dan teks SMSnya sudah dalam bentuk rangkuman dari penulis karena yang dibutuhkan disini adalah penjelasannya kerancuannya :

Fulan :
"Buku Ustad hanya fitnah, karena apa yang ditulis benar-benar tidak ada dilapangan, kalau anda orang laki-laki ayo sekarang turun ke Lapangan kalau tidak mau sebaiknya anda pake kerudung saja !!!..."
Jawab :
"Untuk mengetahui kebenaran itu tidak mesti harus turun lapangan, tetapi dengan hadir di Majlis-majlis ilmu dengan duduk di depan ulama/ustad atau membaca kitab -kitab para ulama atau mendengarkan kaset-kasetnya para ulama seperti kalau kita ingin tahu cara sholat yang benar maka tidak perlu turun lapangan, tetapi dengan ta'lim atau membaca kitabnya para ulama'adapun lapangan kebanyakan hanya lipstik dan tipuan belaka".

Fulan :
"Buku Ustadz hanya fitnah"
Jawab :
Allah Subhanawataala berfirman :
لَّا تَجْعَلُوا۟ دُعَآءَ ٱلرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَآءِ بَعْضِكُم بَعْضًا ۚ قَدْ يَعْلَمُ ٱللَّـهُ ٱلَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنكُمْ لِوَاذًا ۚ فَلْيَحْذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿النور:٦٣
An Nuur:63 ﴿
"Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih."

Al-Imam Ibnu Ibnu Katsir mengatakan terhadap ayat ini, bahwa fitnah yang dimaksud adalah nifak, Bid'ah ... maka JT itulah Fitnah.

Fulan :
" Sifat Shohabat (yaitu 6 rukun JT) disebut bi'dah ??"""
Jawab :
"Tidak ada riwayat atau ucapan para ulama yang mengatakan bahwa 6 rukun JT itu adalah sifat shohabat, sifat shohabat tidak dibatasi hanya 6, contoh,shohabat siapa yang khuruj 3 hari setiap bulan ?""..

Fulan :
"Kalau Shohabat khurujnya seumur hidup 3 hari atau 40 hari.. sedangkan JT, karena iman yang lemah maka dibatasi 3 hari, 40 hari dan seterusnya....
Jawab :
"Kalau begitu, maka tidak benar kalau khuruj dikatakan sifat shohabat karena tidak ada shohabat yang khuruj 3 hari setiap bulan dan seterusnya. berarti ini hanya kedustaan dari JT atas nama shohabat, dan dengan ini JT telah membuat Syariat baru dalam agama Islam yang telah sempurna ini."

Fulan ke 2:
"Ustad dan kelompoknya hanya merasa benar sendiri, tidak menghargai saudara yang lain, suka memecah belah dan ini adalah sifat Yahudi, mungkin anda adalah Yahudi, berapa anda digaji ??...
Jawab :
"Rosulullah bersabda yang artinya "kalau kalian melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangan, jika tidak mampu rubahlah dengan lisan dan seterusnya."
kalau saya dan kelompok saya adalah antek Yahudi, datangkan saksi dan buktinya jika anda benar dan jujur."

Fulan ke 2:
"Kenapa anda kok begitu bencinya pada JT, padahal JT lah yang telah memakmurkan masjid, berdakwah menyadarkan muslimin, berapa banyak pemabuk menjadi tekun, orang kafir masuk islam."
Jawab :
"Karena JT itu Bid'ah, setiap bid'ah itu sesat dan setiap kesesatan itu neraka. adapun berdakwah tidak harus ikut JT."


Fulan ke 2:
"kelompok anda hanya memecah belah dan menghasut."
Jawab :
"Rasulullah datang untuk memecah, antara al-haq dan al-batil, antara ahli tauhid dan ahli syirik, antara islam dengan kekafiran dan antara petunjuk dan kesesatan sehingga menjadi jelas dan berbeda antara gelap dan cahaya."

Fulan ke 2:
"Bukankah anda telah tahu besarnya dosa menghasut dan memecah belah, menghina dan merendahkan orang lain ? ""..
Jawab :
"Didalam islam jangankan mencela. membunuh pun asalkan dengan alasan benar, dibolehkan..

Fulan ke 2:
"Sebaiknya anda datang dulu ke markas JT, tanya apakah disana itu seperti yang anda tulis, kalau tidak benar berati Fitnah""..
Jawab :
"Belajar itu kepada para ulam bukan kepada ahli bid'ah agar tidak tertulis virus kesesatannya."..


Fulan ke 3:
"Saya ini orang awam dan saya ini anti golongan, sedangkaln anda golongan suka mencari kesalahan orang lain, itula antek Yahudi, berapa anda digaji ??""..

Jawab :
"Rosulullah bersabda, bahwa islam akan terpecah menjadi 73 golongan akan ada satu golongan yang selamat, berarti anda tidak maku menjadi satu golongan yang selamat tersebut karena anda mengaku anti golongan ??..""

Fulan ke 3:
"Apakah satu golongan tersebut yang suka memfitnah ? kalau anda mengatakan 72:1 tapi kalau JT diserahkan kepada Alloh untuk menilainya.""
Jawab :
"yang jelas Rosulullah bersabda ada satu golongan yang selamat dan anda tidak mau dengan satu golongan tersebut karena anda bilang anti golongan, kalau anda bukan didalam 73 golongan berarti bukan islam .... ??

Fulan ke 3:
"saya masih mencari satu golongan yang selamat tersebut"
Jawab :
"kalau gitu anda tidak tidak benar yang telah mengatakan anti golongan, makanya hati-hati !!!..

Fulan ke 4:
"siapa yang berani menyesatkan JT ?? anda hanya memfitnah,tidak mengerti dilapangan."
Jawab :
"Para ulama sepakat bahwa JT itu penuh ajaran sesat/bid'ah"

Fulan ke 4:
"Ulama anda adalah Ulama Mosad"
Jawab :
"Anda hanya latah pada kelompok hidayatulloh yang telah menuduh ulama itu sebagai agen mosad, anda dan hidayatulloh tidak bisa membawa bukti dan saksi kecuali hanya mengambil berita dari orang kafir , bagaimana anda dan Hidayatulloh bisa mempercayai orang kafir untuk menjelekkan para ulama ?'"

Fulan ke 4:
"JT tetap eksis, pengikutnya tambah banyak walaupun difitnah tidak berpengaruh?'"

Jawab :
"Eksisnya ajaran sesat tidak mengurangi kesesatan JT, semakin banyak pengikutnya semakin memperbsar dosa para dainya.
kebenaran tidak diukur dengan banyaknya pengikut tetapu dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafush sholih."

Fulan ke 5:
"segera bertaubatlah ! kenapa anda habiskan tenaga untuk memerangi JT karena JT semakin di tekan semakin eksis."

Jawab :
"Anda jangan GR dulu, saya tidak ada urusan dengan orang-orang JT, saya cuma untuk menasehati muslimin dari bahaya kesesatan JT."

Fulan ke 5:
"Para pelacur anda biarkan, saudaranya yang mengajak ke Masjid disesatkan, siapa didunia ini yang berdakwah mengajak saudaranya ke masjid, yang selalu memakmurkan Masjid ??''
Jawab :
"bahaya Bid'ah itu lebih besar dari kemaksiatan karena bid'ah itu merusak agama yang sempurna sedangkan kemaksiatan adalah melanggar agama, pelaku bid'ah lebih sulit dinasehati dan lebih sulit untuk bertaubat karena mereka merasa diatas petunjuk dan tidak merasa bersalah sedangkan pelacur mereka tetap meyakini perbuatannya adalah maksiat dan dosa, sehingga ulam mengatakan :"Perbuatan bid;ah pelakunya itu lebih disukai iblis dari pada maksiat dan Alloh subhanawataala lebih memurkai perbuatan bid'ah dan pelakunya daripada maksiat" dan saya ketahui JT itu bukan memakmurkan Masjid tetap menyebarkan virus kesesatan di kalangan muslimin dan mengotori masjid-masjid muslimin."

dari sini kita dapat membuktikan secara jelas bahwa JT itu bukanlah ahli dakwah yang menyeru kepada Al-Haq tetapi merupakan gerakan dakwah yang menyeru kepada Thoriqohnya pendiri JT yaitu Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi sebagaimana ini merupakan sifat dari semua kelompok sempalan yaitu menyeru kepada pendiri kelompok tersebut, hal ini berbeda dengan prinsip dakwah Ahlusunnah Waljamaah yang senantiasa menyeru kepada Al-Qur'am dan As-Sunnah dengan pemahaman As-Salafush Sholih

Wallahua'alm Bishshowaab

3 komentar:

Ikitasya mengatakan...

Assalamualaikum Wr Wb,
Saya hanya orang biasa yang ingin mencari kebenaran yang hakiki yang tidak tergantung pada suatu golongan yang kadang2 suka meyakinkan bahwa mereka yang paling benar dan orang lain dr golongan mereka dianggap sesat dan itulah yang terjadi sekarang ini.
Saya hanya menjalankan Agama Islam yang sesuai dengan Alqurán dan Sunnah dan Islam yang di Ridhoi-Nya.Tapi tetap hanya Allah Swt Yang Maha Tahu golongan mana yang benar dan golongan mana yang salah.Kita hanya berdoá semoga kita termasuk golongan yang di Ridhoi oleh-Nya...Amin3x.
Bukan golongan itu ini.syaethon akan terus mencoba untuk membawa manusia masuk kegolongannya dan mereka akan berusaha membujuk manusia melalui jalan yang syirik dan jalan yang kelihatan baik seperti meyakinkan bahwa mereka golongan yang paling benar dan diluar dr golongan mereka salah.dan penampilan seorang Daí,Kyai dan Ustad tapi hati nya merasa sombong bahwa saya yg paling baik dan pasti masuk syurga.memang lahiriyahnya selalu merendah alim dan hal hal lain untuk meyakinkan orang lain bahwa golongannya paling bagus.
Itulah syaethon memperdaya manusia.
Maka belajarlah kepada ahlinya seperti belajar kitab2 yang dikarang oleh para Kyai/Syech yang semua orang sudah tahu ke alimannya.Seperti belajar kepada ulama dan sholihin,mengenai haram dan batal dan keimanan dan ketaqwaan yang hakiki.
Jangan sampai baru masuk golongan beberpa bulan sudah berani keluar dan berdakwah,penampilan mereka seperti orang suci.
Dan ada hal yang mencengankan yang dialami oleh saya sewaktu di suatu daerah,saya bertemu dengan salah seorang jamaáh tablig (Khuruj) apa yang dia katakan pada saya,dia bilang suatu hari pusat Islam akan pindah ke Tempat asalnya Jamaáh tablig yaitu Pakistan disana jutaan orang berduyun duyun daytang kesana.
Jadi mereka menganggap mereka lah yang paling suci dan paling benar.tapi mereka tidak tahu bahwa yang menilai kebenaran diri kita hanya Allah SWT.
Hanya itulah yang saya bisa sampaikan mudah2han bermanpaat dan bisa lebih membukakan hati kita.kemana kita harus melangkah dan kemana kita harus belajar...
Wallahua'alm Bishshowaab
Wassalam,
Asep Al Fakhir

ifanho ifan mengatakan...

kalau ana lihat dan simak tanya jawab antara JT dan AHLUS SUNNAH banyak sekali perbedaannya: JT mengajak umat yang masih awam U/mencapai Ridho Allah subhana wataala dengan Cara "khuruj". sedangkan AHLUS SUNNAH mengajak pada Alqur,an dan Sunnah/Hadist. jadi bisa disimpulkan bahwa JT mengajakan dakwah pada akal/ro,yu sedangkan AHLUS SUNNAH mengajak dakwah pada Wahyu. jadi sudah jelas qualitas ilmunya masing2 darimana mereka mengambil sumber agama/itiqodnya....

Rizal IBNU MAKMUR mengatakan...

Tuduhan di atas jelas tertolak, karena tidak bisa Jamaah Tabligh dikatakan ‘Kumpulan orang jahil’. Seolah-olah tidak ada sama sekali ulama di dalam Jamaah Tabligh. Tentu hal ini sama sekali tidak benar.

Syaikh Muhammad Ilyas sendiri adalah seorang ulama yang sangat diakui keulamaannya. Beliau berasal dari sebuah keluarga besar ulama yang selama lebih dari 700 tahun tidak pernah lahir seorang anak pun dari keluarga itu kecuali ia menjadi seorang ulama, hafizh Alquran, mufti, musaffir, muhaddist, ahli hadist, tokoh agama, mujahid, qadhi, qori dan semisalnya! Perjuangan keluarga tersebut dalam urusan agama tidak perlu diragukan lagi. Keluarga mereka adalah tokoh dalam segala urusan agama. Si penuduh sendiri, belum tentu memiliki ke’ulama’an seperti itu.

Di tanah India sendiri, tidak sedikit para tokoh ulama kelas atas yang terlibat langsung dalam Jamaah Tabligh, bahkan jumlahnya terus bertambah pesat. Sejak awal usaha dakwah ini bergerak, tokoh-tokoh ulama, seperti; Mufti Mahmudul Hasan (Jami’ul Ulum Kanpur), Mufti Kifayatullah, Mufti Asyfaqurrahman Fatahpuri, Mufti Jamil Ahmad (Thanabawan), Syaikh As’adullah Thanwi, Syaikh Khalil Ahmad, Syaikh Husain Ahmad Madani, Syaikh Rosyid Ahmad Ganggohi, Syaikh Abul Hasan Ali An-Nadwi, Syaikh Muhammad Manzhur Nu’mani, Mufti Azizurrahman Buznuri, dan yang lainnya, adalah pendukung-pendukung utama usaha dakwah ini.

Demikian juga yang berlaku di belahan dunia lainnya. Terlebih perkembangan Jamaah Tabligh sekarang ini yang luar biasa pesatnya. Dapat kita saksikan, di seluruh pertemuan Jamaah Tabligh di berbagai negara, semakin marak dihadiri oleh toko-toko ulama dunia.

Memang sebagian besar Jamaah Tabligh adalah orang-orang awam, namun hal itu tidak menjadi patokan suatu keburukan dalam suatu jamaah. Sebagaimana jamaah shalat, tidak mesti seluruh jamaahnya berkualitas iman. Walaupun kebanyakan makmumnya adalah orang-orang awam, tetapi tetap jamaah shalat mesti didirikan. Sedangkan keberadaan orang alim dan faqih adalah fardhu kifayah bagi suatu jamaah atau masyarakat. Tidak mesti seluruh masyarakat menjadi ulama semua. Setiap muslim hanya diwajibkan mempelajari segala hukum yang bersifat fardhua’in bagi dirinya.

Poskan Komentar

type="text/javascript">