Hukum khuruuj (keluar) bersama jamaah tablig (Syeikh Mustafa eladawy)

Siapa Anda

Minggu, 25 Desember 2011

Kisah-kisah Kelabu Jama'ah Tabligh

Dari kisah-kisah Kelabu Jama'ah Tabligh, pembaca akan tahu betapa kebencian kepada Al-Haq dan pembawa Al-Haq, dalam keadaan banyak muslimin tersihir dengan keindahan "lipstick" jamaah ini, mari kita ikuti kisah-kisah mereka semoga allah subhanawataala senantiasa merahmati kita dan mengaruniakan hidayahnya kepada kita.
Aamiinn.

1. Celaan JT terhadap Ulama
Jama'ah Tabligh mempunyai dua majelis : pertama majelis tiap selasa malam yang merupakan majelisnya orang-orang yang baru darang dari khuruj, majelis kedua adalah majelis orang-orang yang berangkat khuruj.
Maka Amir mereka menghadirkan salah seorang yang baru datang dari khuruj untuk membangkitkan semangat khuruj orang-orang JT yang mau Khuruj, maka terjadilah dialong antara Amir JR dengan orang JT yang baru datang dari khuruj tersebut :
Amir JT : "Berapa hari anda khuruj ?"
Fulan JT : "Saya khuruj selama 4 bulan fisabilillah"
Amir JT : "Masya Alloh !!! kemana saja khurujnya ?""
Fulan JT : Ke Jaziroh 10 hari,diafrika 20 hari, di eropa 1 di Amerika selatan 1 bulan dan 1 bulan Asia Timur,India dan Pakistan"
Amir JT : " Masya Alloh !! kamu adalah seorang da'i seperti awan yang bergerak mendatangi manusia di negaranya (kampungnya) dan memberi minum langsung kepada mereka, berbeda dengan para ulama mereka itu seperti sumur atau mata air, kalau kalian kehausan harus menempuh sekian mil perjalanan untuk mendatangi sumur tersebut, terkadang sesampainya disana belum bisa langsung minum karena sumurnya tidak ada timbanya dan kalaupun ada timbanya kalian harus bersusah payah menimbanya, baru bisa meminumnya."

Perhatikan baik-baik kisah buatan amir JT ini semoga Alloh subhanawataala merahmati kita ketika ada muslimin akan tholabul ilmi, mereka sampaikan kisah ini agar orang tersebut tidak jadi tholabul ilmi dan mengutamakan menjadi dai yang bilang seperti awan yang menurunkan hujan dan awan yang menurunkan hujan itu lebih afdhol dari sumur atau mata air.

Padahal kalau kita sedikit mengarahkan pikiran kita pada perbedaan awan yang sedang menurunkan hujan dan sumur atau mata air kita menyatakan tidak seperti apa yang dikatakan amir JT diatas.

Hujan dari awan seringnya hanya menumbuhkan rumput makanan ternak saja, juga seringnya hanya menumbuhkan rumput musiman. berbeda dengan air sumur atau mata air bisa menumbuhkan tumbuhan dan rumput yang tidak musiman tetapi bisa terus menerus, air sumur atau air sumber diambila orang untuk minum, untuk mencuci, memberi minuman ternak,menyiram tanaman, sumur dan mata air bisa digunakan untuk orang mukim maupun musafir, diminum oleh manusia dan ternak karena kualitasnya bagus tidak berbau, rasanya enak dan warnanya pun jernih.

Dengan ini bisakah pembaca membedakan antara air hujan dan air sumur ? kalau kurang jelas pembaca bisa membuktukan dengan cara mengambil segelas air hujan yang menggenang di depan atau disamping rumah anda kemudian ambillah segelas air sumur kemudian sejajarkan keduannya, dan kalu anda disuruh meminumnya, mana yang akan anda minum. ?
itukan pengakuan dari amir JT yang menjelaskan kepada kita tentanf keadaan dan kualitas JT,
seperti air keruh yang digandrungi oleh orang-orang yang menyukainya. bercampur didalamnya antara kebaikan dan kejelekan, antara hidayah dan kesesatan, antara kebatilan, kemungkaran,kemaksiatan dan kebaikan.

kisah ini merupakan isyarat dan pelajaran kepada segenap muslimin serta sebagai pemberitahuan tentang keadaan dan kualitas JT yaitu ibarat minuman kotor bercampur penyakit dan racun penyakit dan racun yang lebih ganas dari sekedar penyakit terganas yang ada didunia ini, karena seganas apapun penyakit badan itu hanya merusak badan saja dan tidak merusak hati, badan yang hancur masih diharapkan selamat dari berbagai kesesatan di dunia dan ancaman neraka diakhirat sedangkan kebid'ahan dan kesesatan adalah penyakit hati yang bahayanya bukan hanya di dunia tetapi bisa berlanjuta sampai jahannam, naudzubillah minadlolaalaati wannar. Badan sehat tetapi hatinya berpenyakit jauh lebih jelek daripada sebaliknya.

2. Celaan JT terhadap Tholibul'ilmi
dikisahkan ada seorang JT yang bertemu dengan seorang yang hendak berangkat Tholibul Ilmi, maka terjadilah dialog antara keduanya :
JT : "mau kemana wahai saudaraku?""
Tholib : "saya mau berangkat Tholibul Ilmi
JT : "utk apa tholibul ilmi?"
Tholib : "Saya mengerti halal dan harom"
JT : "subhanalloh!! anda belum mengerti halal dan harom ??!! padahal kucing saja mengerti halal dan harom."
Perhatikanlah kaum muslimin semoga Alloh subhanawataala merohmati kita semua kalau hewan saja sudah mengerti halal dan harom maka tidak ada gunanya Alloh menurunkan kitab sementara Alloh dan rasulnya telah mewajibkan pada setiap kita untuk Tholibul ilmi beliau bersabda :
Artinya : menutut ilmu agam

0 komentar:

Poskan Komentar

type="text/javascript">