Hukum khuruuj (keluar) bersama jamaah tablig (Syeikh Mustafa eladawy)

Siapa Anda

Sabtu, 30 Januari 2010

Jangan Bersedih dengan Hadits Dhaif !


Jangan Bersedih dengan Hadits Dhaif !

7 Juli 2008 • Disimpan dalam Agama • Tagged fadlilah amal, hadits dhaif, hadits lemah, hadits maudhu, hadits palsu, hasan, Imam Bukhori, nash, qaul, sohih
Salah satu senjata yang sering digunakan untuk menyerang Jamaah Tabligh adalah dengan mengatakan bahwa jamaah ini banyak menyandarkan gerakannya pada hadits-hadits yang dhaif (lemah) bahkan maudhu’ (palsu).
Pernyataan ini tidak sepenuhnya salah. Kitab Fadhail A’mal-nya Maulana Zakariyya Kandahlawi, disamping memuat hadits-hadits yang sohih dan hasan, juga memuat hadits-hadits yang dihukumi dhaif, tetapi bukan hadits maudhu’.
Permasalahan yang menyangkut hadits dhaif sebenarnya sudah selesai sejak berabad-abad lalu. Jumhur ulama telah sepakat bulat bahwa hadits-hadits dhaif boleh digunakan sepanjang untuk fadhilah amal, untuk memotivasi agar orang lebih terdorong untuk beramal, bukan untuk masalah aqidah dan menetapkan hukum syara’.
Ulama-ulama hadits terkemuka pada jaman dulu juga mencantumkan hadits-hadits dhaif ini ke dalam kitab-kitab hadits mereka, misalnya Sunan At-Tirmidzi, Al-Baihaqi, Al-Mustadrak Imam Hakim, Mishkat Al-Masabih dan lain-lainnya. Bahkan Imam Bukhori sendiri yang terkenal dengan kitabnya yang paling sohih juga banyak memuat hadits dhaif dalam salah satu kitab beliau, Al-Adabul Mufrad.
Kitab-kitab tentang fadhilah amal seperti yang ditulis oleh Maulana Zakariyya Kandahlawi juga bukan barang baru yang pertama kali ditulis oleh ulama. Banyak kitab-kitab semacam yang juga telah ditulis oleh para ulama terdahulu semisal Kitabuz Zuhd oleh Abdullah bin Mubarak (Rahimahullah), Fadhailul Quran oleh Imam Shafi (Rahimahullah), Kitab Al-Adabul Mufrad oleh Imam Bukhari (Rahimahullah), Kitab Targhib Wat Tarhib oleh Imam Munziri (Rahimahullah) dan masih banyak lagi yang lainnya.
Mereka yang masih “usil” mempermasalahkan masalah hadits dhaif sebenarnya sudah ketinggalan jaman dan kayaknya perlu banyak membaca lagi khazanah ilmu hadits yang sebenarnya sangat luas.
Selain itu juga harus dibedakan pengertian antara hadits dhaif dan hadits maudhu’ (hadits palsu), hadits dhaif masih bisa dirunut sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW, meskipun ada beberapa catatan pada sanad (jalur periwayatan) maupun matan (content) haditsnya. Sedangkan hadits maudhu’ (palsu) disamping matannya sering bertentangan dengan nash yang sohih, sanadnya juga tidak dapat dirunut sampai kepada Rasulullah SAW.
Disamping itu juga harus dibedakan antara hadits maudhu’ dengan qaul (pendapat) para sahabat, tabiin, atau tabiut tabiin, serta ulama-ulama terkemuka lainnya yang punya otoritas keilmuan di bidangnya. Qaul-qaul tersebut tidak dapat dinisbatkan sebagai hadits tetapi banyak diantara qaul-qaul tersebut yang mendasarkannya pada nash-nash yang sohih juga.
Dengan banyak melakukan kajian semacam di atas , insyaallah kita akan lebih terbuka dan tidak mudah memberi label “sesat” kepada satu orang, kelompok atau jamaah yang berbeda dengan kita yang kebetulan menggunakan hadits dhaif sebagai salah satu referensinya. Wallahu a’lam

Ijtima’ Telah Usai Tapi Kerja Kita Belum Selesai


Ijtima’ Telah Usai Tapi Kerja Kita Belum Selesai

11 Agustus 2008 • Disimpan dalam Agama • Tagged ijtima indonesia, ijtima serpong, ijtima tabligh, ijtima', Jamaah Tabligh, khuruj, pertemuan umat islam
Alhamdulillah, ijtima’ Serpong telah selesai dilaksanakan tanggal 8 -10 Agustus 2008 dengan “sukses”. Ini jika dilihat dari jumlah jamaah yang hadir, program-program yang dilaksanakan, medan ijtima’ yang sangat munasib dan cuaca yang sangat bersahabat.
Bahkan pada hari ketiga, hari penutupan, sinar matahari yang biasanya menyengat, siang itu terasa sangat teduh melindungi ribuan jamaah yang tengah khusyu’ mendengarkan bayan hidayah dari Maulana Mustaqim dari Nizamuddin.
Jumlah jamaah yang hadir dalam ijtima’ 7 propinsi tersebut adalah sebanyak 52.150 orang. Jumlah ini merupakan hasil pencatatan yang dilakukan oleh tim istiqbal terhadap setiap jamaah yang masuk dalam medan ijtima’.
Dari ijtima’ tersebut berhasil dikeluarkan sebanyak 1.043 rombongan terdiri dari ; 2 jamaah keluar 1 tahun, 3 jamaah 4 bulan ke negeri jauh, 18 jamaah 4 bulan ke India Pakistan Bangladesh (IPB), 50 jamaah 4 bulan jalan kaki, 213 jamaah 4 bulan biasa, 34 jamaah 40 hari jalan kaki dan 723 jamaah 40 hari biasa.

Kalau dihitung jumlah setiap jamaah rata-rata 8 orang maka jumlah jamaah yang dikeluarkan adalah sekitar 8.300 orang. Jamaah yang lain, sekitar 44.000 orang kembali ke rumah insyaallah dengan niat untuk menghidupkan amal maqomi di tempat masing-masing.
Meskipun ijtima telah usai dilaksanakan, bukan berarti pekerjaan telah selesai. Pekerjaan yang lebih besar masih menunggu untuk dilaksanakan, pekerjaan tersebut adalah bagaimana kita meningkatkan pengorbanan kita untuk menghidupkan amal maqomi ketika kita berada di tempat kita masing-masing dan menghidupkan amal intiqali ketika kita sedang keluar.
Dakwah adalah pekerjaan tiada henti. Rasulullah SAW dan para sahabat beliau dulu melakukannya siang malam tanpa kenal lelah. Siang menjumpai manusia untuk menyeru dan merayu agar mereka mau beriman kepada Allah SWT, malamnya beliau dan para sahabat mengadu dan merayu kepada Allah SWT agar Allah menurunkan hidayahnya kepada manusia agar mereka mau menerima agama.
Sehabis menerima wahyu yang berisi perintah untuk mendakwahkan agama, Rasulullah berkata kepada istri tercinta beliau, ibunda kaum beriman, Khadijah binti Khuwailid RA, “La rahata ba’da hadzal yaum, tidak ada waktu lagi untuk berleha-leha setelah hari ini”.
Rasulullah melakukan pekerjaan dakwah tidak hanya ketika beliau tinggal di Mekkah saja, di Madinah beliau terus berdakwah sampai akhir hayat beliau.
Ketika Allah SWT mewafatkan beliau, beliau masih dalam keadaan sibuk mempersiapkan rombongan/pasukan dakwah yang dipimpin oleh seorang anak muda, Usamah bin Zaid RA.
Marilah kita niatkan diri kita untuk menjadikan tugas dakwah ini menjadi tugas utama kita, kita lakukan tugas ini sampai akhir hayat ketika ajal menjemput kita, bahkan kita niatkan untuk diteruskan oleh anak cucu kita sampai yaumil akhir nanti. Insyaallah !

Olimpiade 2012 & Masjid Markaz London


Olimpiade 2012 & Masjid Markaz London

28 Agustus 2008 • Disimpan dalam Agama • Tagged abbey mills, Jamaah Tabligh, khuruj, london markaz, markaz eropa, markaz london, markaz tabligh, masjid ilyas, olimpiade 2012
Olimpiade 2008 baru saja ditutup, pesta olahraga terbesar di dunia selanjutnya direncanakan digelar di London pada tahun 2012.
Ada kabar gembira lain yang ada kaitannya dengan Olimpiade 2012 ini, bukan kabar dari dunia olah raga, tetapi kabar tentang akan berdirinya sebuah Masjid Ilyas di Abbey Mills di atas tanah seluas 7,3 ha di dekat komplek stadion Olimpiade di kawasan Stratford, West Ham, London Timur. Masjid tersebut lebih populer dengan nama “Markaz London”.
Masjid ini direncanakan mampu menampung 12 ribu orang, bahkan untuk even-even tertentu, misalnya ijtima’ Eropa, masjid ini mampu menampung hingga 70 ribu orang jamaah.
Selain masjid, komplek ini juga akan dilengkapi dengan aula yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, perpustakaan, taman dan sekolah yang mampu menampung 500 siswa.
Insyaallah masjid ini akan menjadi masjid terbesar di Inggris, bahkan di Eropa. Masjid ini juga disiapkan untuk menjadi markaz tabligh Eropa, menjadi semacam “hub” untuk jamaah-jamaah yang datang dan transit ke Inggris atau wilayah Eropa lainnya.

Di masjid lama yang sudah ada di tempat tersebut, jumlah jamaah yang hadir pada setiap malam markaz yang diadakan di setiap malam Jum’at sekitar 3.500 orang (banyak mana ya dengan Masjid Kebun Jeruk ?).
Di London sendiri, proporsi jumlah penduduk muslim juga cukup besar. Di kota ini terdapat sekitar 625 ribu jiwa muslim dari sekitar 7,5 juta jiwa, ini berarti setiap 1 dari 12 penduduk London adalah muslim. Statistik lain bahkan menyebutkan bahwa jumlah penduduk muslim di London mencapai 1,3 juta jiwa atau 17 % dari jumlah penduduk London. Di kawasan-kawasan tertentu bahkan jumlah penduduk muslimnya ada yang mencapai 90 %. Jumlah tersebut diyakini akan semakin bertambah di masa-masa yang akan datang.
Insyaallah, salah satu pendorong meningkatnya jumlah pemeluk Islam ini adalah asbab usaha dakwah yang dijalankan secara terus menerus dan tak kenal lelah, siang malam, 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan dan 365 dalam setahun.
Dengan asbab usaha ini, jumlah mereka yang beralih keyakinan ke Islam juga terus bertambah dari hari ke hari, banyak di antaranya yang berasal dari kalangan bangsawan dan profesional. Di samping itu, angka kelahiran di kalangan penduduk muslim rata-rata juga lebih tinggi dibanding angka kelahiran di kalangan komunitas lainnya.
Saat ini, London merupakan kota yang mempunyai masjid paling banyak dibanding kota-kota lain di Eropa. Dengan keadaan seperti ini orang sering menyebut London dengan “Londonistan”, untuk menggambarkan betapa London dari hari ke hari semakin bersuasana dan bercitarasa “Islam”.
Dalam sejarahnya, masjid pertama kali didirikan di Inggris sekitar 80 tahun yang lalu. Perkembangan jumlah masjid dari tahun ke tahun cukup luar biasa, saat ini jumlah masjid di seluruh Inggris mencapai lebih dari 1000 buah, banyak diantaranya bekas gereja Anglikan yang sudah lama tidak dipakai lagi sebagai tempat ibadah.
Mudah-mudahan, suatu saat Allah SWT menghantarkan kita ke Markaz London ini, juga ke markaz-markaz yang lainnya, untuk ikut serta memikirkan bagaimana agama ini bisa semakin tersebar di seluruh alam. Insyaallah

Pesan Wali Songo

Pesan Wali Songo

Cara2 Dakwah:
1. Berdakwah dan berkeliling kedaerah lain tanpa membawa pasukan. Jangan yakin dengan
banyaknya jumlah kita,…..yakin dengan pertolongan Allah swt.
2. Kita bergerak jumpa umat…dari orang ke orang…. jumpa ke rumah-rumah mereka ..Pergi
kedaerah nan jauh walaupun tanpa asbab/ sebab yang nampak.
3. Pergi kedaerah yang sulit dijangkau seperti gunung-gunung juga tanpa sebab yang kelihatan.
Niat untuk dakwah keseluruh alam, Allah swt yg berangkatkan kita bukan asbab-asbab dunia
seperti harta dsb…
4. Kemana-mana hanya membawa kebesaran Allah SWT. selalu mendakwahkan kalimat iman,
mengajak umat pada iman dan amal salih…
5. Walaupun dimarahi, diusir, dicaci maki bahkan dilukai fisik, perasaan dan mentalnya namun
mereka seakan-akan seperti orang yang tidak mempan diterjang bermacam-macam senjata.
Kita dakwah, Allah swt akan Bantu (jika kalian Bantu Agama Allah, maka pasti Allah akan
tolong kalian dan Allah akan menangkan kalian)
6. Dalam memerangi nafsunya sendiri dan mengajak orang lain supaya memerangi nafsunya.
Tidak pernah berdebat atau bertengkar. dakwah dengan hikmah, kata-kata yg sopan, ahlaq
yg mulia dan doa menangis-menangis pada Allah agar umat yg kita jumpai dan umat seluruh
alam dapat hidayah….bukan dengan kekerasan…. Nabi saw bersabda yg maknanya kurang
lebih : ‘Haram memerangi suatu kaum sebelum kalian berdakwah (berdakwah dgn hikmah)
kepada mereka”.
7. Mereka ini walaupun dengan orang yang senang, membenci, mencibir, dan lain-lain akan tetap
mengajak dan akhirnya yang diajak bisa mengikuti usaha agama dan tidak merendahkan,
mengkritik dan membanding-bandingkan, mencela orang lain bahkan tetap melihat
kebaikannya.
8. Kemuliaan hanya dalam Iman dan Amalan agama bukan dengan banyaknya pengikut.
Dimuliakan, disambut, dihargai, diberi hadiah, diperhatikan, walaupun mereka sebelumnya
bukan orang alim ulama, bukan pejabat, bukan sarjana ahli tetapi karena menjadi Da’i yang
menjadikan dakwah maksud dan tujuan hidup, maka Allah swt muliakan mereka.
9. Mereka akan merasa kaya dalam hatinya. Keinginan bisa kesampaian terutama keinginan
menghidupkan sunnah Nabi, bisa terbang kesana kemari dan keliling dunia melebihi orang
terkaya didunia. Jangan yakin pada harta….kebahagiaan dalam agama, dakwah jangan
bergantung dgn harta.
10. Menyebar, terkenal tanpa gembar-gembor, propaganda, iklan-iklan dsb
artinya bergerak terus jumpa umat, kerja untuk umat, kerja untuk Agama dengan ikhlas
karena mengharap Ridho Allah swt, tidak perlu disiar-siarkan atau di umum-umumkan.
Allah sajalah yang menilai perjuangan kita.
Posted by Jengklen IslamicWarrior at 12:24 PM 3 comments
Wednesday, May 6, 2009
Ijtimak Malaysia 2009 (9-12 Julai)
Dalam ijtimak di Tongi, elders telah beri beberapa pesanan untuk Malaysia berkenaan ijtimak pada 9, 10, 11 & 12 Julai 2009.

* Semua orang lama diminta keluar 4 bulan sebelum ijtimak dan 40 hari selepas ijtimak atau sekurang2nya 40 hari sebelum ijtimak dan 4 bulan selepas ijtimak.
* Ijtimak seperti hujan lebat. Tanah perlu digemburkan sebelum hujan supaya hujan yang turun dapat dimanfaatkan. Jika tanah tak disediakan, air tak dapat diserap ke bumi dan mengalir ke tempat lain dengan sia2 sahaja.
* Jika kita tidak menyempurnakan tujuan ijtimak, fitnah yang besar akan melanda umat. Umat akan sangka agama ini hanyalah kumpul ramai2 dan mendengar ceramah kemudian bersurai tanpa sebarang amal dibuat.
* Orang yang bekerja dengan majikan kena mohon cuti. Jika cuti tak lulus, buat rayuan. Jika tak dapat juga kena tambah masa di masjid sendiri. Balik dari pejabat terus ke masjid. Sediakan orang kampung pada amalan agama. Hidupkan masjid 24 jam dengan 4 amalan masjid Nabawi. Lewat malam baru baik ke rumah.
* Sediakan isteri dan anak2 dengan fikir yang sama. Rumah2 perlu hidup dengan amalan masjid.
* Sebaik2nya orang yang hadir ijtimak telah dikeluarkan 3 hari supaya dapat menjaga amal semasa ijtimak.
* JANGAN kata ini ijtimak dunia tapi kata ini ijtimak Malaysia.
* JANGAN sebut nama2 elders yang akan hadir secara khusus. Ini akan menyulitkan kedatangan mereka nanti.
* JANGAN kata ratusan ribu akan datang, tapi kata ramai dijangka hadir.
* Elders kata kerja untuk ijtimak perlu 500 batu maju kehadapan tapi iklan/propaganda mengenainya perlu 500 batu kebelakang.


Tambahan;

1. Satu jemaah 4bulan dari Kuala Lumpur telah siap dan diluluskan untuk keluar ke Turki, akhir bulan ni.
2. Satu jemaah lagi seramai 8 orang, juga dari Kuala Lumpur telah siap untuk keluar pada Mac ini. Route dicadangkan ke Perancis tetapi belum mendapat kelulusan Bangawali Masjid, Nizamuddin. (2Mac09-jemaah ini telah diputuskan untuk keluar di Netherlands)


InsyaAllah dan wallahua'lam.


Dipetik drp blog http://azharjaafar313.blogspot.com/2009/02/ijtimak-malaysia-2009-beberapa-pesanan.html

Tabligh Yang Banyak Disalahpahami


Tabligh Yang Banyak Disalahpahami

16 Juni 2008 • Disimpan dalam Agama • Tagged Jamaah Tabligh, Jaulah, karguzari, karkun, tablighi jamaat, yoginder sikand
Yoginder Sikand, seorang pengamat yang menulis disertasi doktornya tentang “The Origins and Development of the Tablighi Jama’at: A Cross-Country Comparative Study” di University of London tahun 1998 di bawah supervisi Francis Robinson, pernah menulis mengenai beberapa kesalahpahaman orang mengenai gerakan Tabligh.
Beberapa pengamat dan intelejen dari negara barat (Amerika, Eropa, juga Australia) seringkali mengaitkan dan menyebut gerakan ini mempunyai link dengan beberapa gerakan “teroris”. Sandra Laville, penulis di harian Guardian London, menyebut gerakan ini sebagai satu sel untuk perekrutan anggota Alqaidah.
Paul Lewis, penulis lain di harian yang sama, juga menyebut Tabligh sebagai gerakan Islam fundamentalis yang dipercaya para intelejen barat sebagai pusat pembiakan dan perekrutan ekstrimis yang dipengaruhi dan dibiayai oleh Gerakan Wahabi dari Arab Saudi.
Dari kalangan internal Islam sendiri, juga banyak yang melihat gerakan ini dengan agak sinis. Kalangan yang getol dengan penegakan syariah dan khilafah menyebut Tabligh sebagai gerakan yang anti politik dan tidak mengajarkan Islam yang kaffah dan syumul karena tidak mendukung tegaknya negara dan syariah Islam di muka bumi.
Mereka yang getol dengan pemberantasan kemungkaran menyebut gerakan Tabligh sebagai gerakan banci dan lembek karena hanya berani menjalankan “amar ma’ruf” tetapi tidak pada “nahi munkar”. Buktinya, gerakan ini tidak mau ikut serta dalam gerakan pemberantasan berbagai kemaksiatan seperti perjudian, diskotik, minuman keras dan lain sebagainya.
Mereka yang getol dengan “jihad” dengan berbagai laskarnya, menyebut Tabligh sebagai gerakan yang sengaja dibentuk oleh tangan-tangan Yahudi dan Hindu untuk melemahkan semangat jihad secara fisik sehingga mereka bersikap cuek dan tak mau membela kaum muslimin yang tertindas di berbagai belahan dunia, seperti di Palestina, Bosnia, Afghanistan, India, Thailand Selatan, Philipina dan lain sebagainya.
Sementara dari kalangan yang sering menyebut dirinya sebagai pengikut generasi terbaik “salafus solihin” menyebut Tabligh sebagai gerakan yang penuh dengan penyimpangan, kesalahan dan kebodohan. Mereka juga menyebut gerakan ini sebagai gerakan sufiyah, penyembah kuburan dan ajarannya penuh dengan bid’ah dan khurafat.
***
Terhadap berbagai penilaian dan kritikan di atas, tak ada sedikit pun sesi disediakan oleh para ahli syura untuk membahas dan meresponnya dalam satu pun musyawarah atau muzakarah yang diadakan secara rutin, baik pada musyawarah harian, mingguan, bulanan maupun tahunan, dari tingkat masjid (muhalla) terendah sampai ke tingkat musyawarah dunia di markaz dakwah Nizamuddin India.
Insyaallah juga tidak akan ada satu “buku putih” pun yang diterbitkan untuk mengklarifikasi berbagai tuduhan miring yang dialamatkan ke jamaah ini. Juga tidak akan ada protes di jalanan atau pengajuan petisi ke pengadilan atau Komnas HAM untuk mengadukan berbagai “perlakuan” yang tidak menyenangkan tersebut. Insyaallah mereka juga pantang meminta suaka ke negara lain.
Yang sering dimuzakarahkan oleh para ahli jamaah dalam responnya terhadap gerakan lain, baik yang mendukung maupun menentang usaha ini, adalah agar para ahli jamaah tidak melakukan kritik dan membalas kritik terhadap harokah atau gerakan lain, tidak merendahkan, membanding-bandingkan serta diam terhadap semua kritik dan pujian yang datang. Para ahli jamaah juga dimotivasi untuk selalu menjalin hubungan dan silaturrahim kepada semua anggota masyarakat, terutama kepada orang-orang miskin, tokoh-tokoh masyarakat dan alim ulama.
Para ahli jamaah juga dimotivasi untuk terus belajar ikhlas dan memakai kaca mata kuda dalam setiap langkahnya, bahwa berbuat maupun tidak berbuat adalah semata-mata karena Allah SWT, bukan karena yang lain. Sikapnya terhadap orang yang mengkritik maupun memujinya adalah sama saja.
Semua kritik, nasehat, caci maki, fitnah bahkan usiran adalah “obat” yang sangat diperlukan untuk mematangkan, memperbaiki dan mendewasakan gerakan ini. Semua “masukan” tersebut merupakan bahan evaluasi agar para ahli jamaah lebih berhati-hati dan bersungguh-sungguh serta menyadari bahwa diri mereka adalah manusia biasa yang penuh dengan kekurangan dan kelemahan.
Semua hal di atas insyaallah merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT untuk memotivasi agar para ahli jamaah lebih bermujahadah dan meningkatkan pengorbanan dalam usaha perbaikan diri dan umat di seluruh alam. Wallahu a’lam.

Maulana Zakariyya Kandahlawi dan Kajian Hadits


Maulana Zakariyya Kandahlawi dan Kajian Hadits

10 Juli 2008 • Disimpan dalam Agama • Tagged bukhori, hadits, Jamaah Tabligh, karkun, khuruj, maulana ilyas, maulana zakariyya, sohih muslim, usaha dakwah, zakaria, zakariya

Maulana Zakariyya Kandahlawi lahir pada tanggal 10 Ramadhan 1315 H, bertepatan dengan 12 Februari 1898, di sebuah desa bernama Kandlah di wilayah Uttar Pradesh India, dari sebuah keluarga yang mempunyai sejarah panjang dalam pengabdian pada agama. Silsilah keluarga beliau bersambung sampai kepada Sahabat besar Abu Bakar Ashshidiq RA.
Zakariyya kecil mulai belajar membaca kepada Hakim Abdur Rahman, kemudian menghafal Alquran di bawah bimbingan langsung sang ayah, Maulana Muhammad Yahya, seorang ulama besar yang cukup terpandang di India. Setelah itu belajar bahasa Persia dan bahasa Arab kepada Maulana Muhammad Ilyas, pendiri gerakan Tabligh.
Pada usia 12 tahun, Maulana Zakariyya dibawa oleh sang ayah ke Madrasah Mazahirul Ulum. Di bawah bimbingan sang ayah, beliau mempelajari bahasa Arab tingkat lanjut, teks-teks klasik, nahwu, sharaf dan ilmu mantiq.
Ketika menginjak usia 17 tahun, minat utamanya mulai terfokus pada bidang kajian ilmu hadits. Beliau mempelajari 5 dari 6 kutubussittah. Bahkan beliau sempat belajar untuk kedua kalinya kitab Sahih Bukhori dan Sunan at-Tirmidzi kepada Maulana Khalil Ahmad Saharanpuri. Selama mempelajari kitab-kitab tersebut, Maulana Zakariyya selalu menjaga wudlu’.
Maulana Zakariyya memulai karier mengajarnya pada tahun 1335 H, ketika beliau ditunjuk untuk mengajar di mata pelajaran nahwu, sharaf dan sastra. Pada tahun 1341 H, kemudian ditunjuk untuk mengajar tiga bagian dari kitab Sahih Bukhori dan pada tahun 1344 H ditambah lagi mengajar kitab Mishkat al-Masabih.
Pada tahun 1345 H, beliau berkesempatan mengunjungi tanah suci. Di Madinah beliau tinggal selama 1 tahun dan selama itu mengajar Sunan Abi Dawud di Madarasah Ulum Shar’iyyah. Di Kota Nabi ini, Maulana mulai menulis Awjaz al-Masalik ila Muwatta’ Imam Malik, syarah kitab Al-Muwatta’nya Imam Malik, ketika itu beliau berumur 29 tahun.
Ketika kembali ke India, beliau mulai lagi mengajar kitab Sunan Abi Dawud, Sunan al-Nasai, Al-Muwatta Imam Muhammad dan separuh bagian dari Sahih Bukhari, separuhnya lagi diajarkan oleh direktur madrasah. Setelah sang direktur wafat, tugas mengajar Sahih Bukhari ini diberikan seluruhnya kepada Maulana Zakariyya.
Selama hidup beliau, beliau telah mengajar separuh bagian pertama dari Sahih Bukhari selama 25 kali, mengajar seluruh kitab tersebut selama 16 kali dan mengajar kitab Sunan Abi Dawud sebanyak 30 kali. karier beliau mengajar bertahan sampai tahun 1388 H, ketika beliau menderita sakit mata yang tidak memungkinkan lagi untuk terus mengajar.
Kecintaan Maulana Zakariyya pada agama, terutama pada kajian ilmu Hadits, sangat total. Total waktu yang dihabiskan beliau untuk belajar an mengajar hadits adalah selama kurang lebih 60 tahun.
Dalam kurun waktu tersebut beliau juga telah menulis lebih dari 80 kitab yang sangat tinggi nilainya dan diakui oleh para ulama di seluruh dunia. Beberapa kitab yang beliau tulis dalam bidang kajian hadits antara lain ; Awjaz al-Masalik ila Muwatta’ Imam Malik (syarah dari kitab Muwatta Imam Malik, terdiri dari 6 jilid), Lami’ al-Dirari ‘ala Jami’ al-Bukhari (syarah dari kitab Sahih Bukhari), Syarah Muslim (syarah Sahih Imam Muslim), Juz’ Hajjat al-Wida’ wa ‘Umrat al-Nabi (Berisi tentang detilnya haji dan umroh yang dilakakukan oleh rasulullah SAW, juga memuat tentang masalah hukum haji, lokasi, dan tempat-tempat yang pernah dilalui atau disinggahi oleh Rasuulllah SAW), Khasa’il Nabawi Sharh Shama’il al-Tirmidhi (syarah dan komentar terhadap kitab al-Shama’il al-Muhammadiyya-nya Imam Tirmidzi yang beris tentang detil hadits-hadits yang berkenaan dengan peri kehidupan Nabi Muhammad SAW) dan beberapa kitab lainnya.
Detil lebih lengkap mengenai riwayat hidup beliau bisa dibaca di buku otobiografi beliau yang ditulis dengan cara yang unik oleh beliau sendiri dengan judul “Aap Beeti”, sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Otobiografi Zakariyya Al-Kandahlawi”.
***
Membaca kisah belajar, mengajar, menulis, ketekunan dan semangat Maulana Zakariyya dalam pengabdiannya kepada agama, khususnya dalam ilmu hadits harusnya membuat kita menjadi malu.
Pertanyaan sederhana untuk kita, apa yang telah kita lakukan untuk memajukan agama yang kita cintai ini ? Kayaknya belum melakukan apa-apa ya ? Kalau sudah begitu, rasanya menjadi sangat tidak pantas bagi kita memberi label atau cap negatif terhadap sosok-sosok seperti Maulana Zakariyya Kandahlawi, Maulana Ilyas Kandahlawi dan ulama-ulama yang lainnya.
Apalagi penguasaan dan pengetahuan kita seringkali pas-pasan saja, itu pun kita mendapatkannya dari sumber terjemahan, bahkan seringkali hanya copy paste dari sumber yang tidak jelas sanadnya. Wallahu a’lam

Bantahan Tafsir Mimpi Muhammad Ilyas


Bantahan Tafsir Mimpi Muhammad Ilyas
Posted on Nopember 22, 2007. Filed under: Bantahan, Jama'ah Tabligh |

BANTAHAN TAFSIR MIMPI MUHAMMAD ILYAS
Disusun Oleh:
Abu Muhammad Abdurrahman Sarijan

Berkata Muhammad Manzur Al-Nu’maaniy menukil perkataan Syaikh Muhammad Ilyas tentang dirinya:”Terbuka jelas jalan dakwah ini ketika saya mendapatkan ilham dalam mimpi tentang tafsir baru firman Allah:
{كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ} (110) سورة آل عمران
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (QS. Ali Imron: 110).
Dan hal itu tidak dapat terwujud dengan tetap tinggal disatu tempat, berdasarkan dalil firman Allah ( أخرجت). Dan iman akan bertambah dengan khuruj ini, dengan dalil adanya firman Allah Azza wa Jalla ( وتؤمنون بالله ) setetelah firman-Nya ( أخرجت للناس ) dan makna kalimat ( أمة ) adalah bangsa arab dan ( الناس) adalah bangsa-bangsa selain arab1).
Berkata Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmiy hafizahullah Ta’ala ketika mengomentari pernyataan di atas:
a) Sesungguhnya Al-Qur’an tidak dapat ditafsirkan oleh orang-orang yang sedang tidur, sesungguhnya hal ini merupakan salah satu penafsiran Al-Kasyf dari para pengikut shufiyyah yang mana hal ini berasal dari Syaithon.
b) Perkataannya:” Dan hal itu tidak dapat terwujud dengan tetap tinggal disatu tempat..”. Ini adalah perkataan bathil. Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mewujudkan dakwah sedangkan ia berada di Makkah dan Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab telah mewujudkan dakwah sedangkan ia berada di Ad-Dar’iyyah. Barangsiapa yang membuka madrosah dan mengajarkan ilmu kepada menusia maka ia telah menegakkan/mewujudkan dakwah di atas tangannya apabila ia melakukannya dengan ikhlash dan menasehati (ummat, pent) walaupun ia tinggal disuatu tempat.
c) Dan perkataannya:” Dan iman akan bertambah dengan khuruj..”. Pernyataan ini juga tidak benar, karena iman akan bertambah dengan keta’atan apabila menetapi syarat-syarat diterimanya suatu amal. Karena syarat diterimanya suatu amal adalah ikhlash dan benar dengan apa-apa yang disyari’atkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman:
{وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى …} (76) سورة مريم
“Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunju…” (QS. Maryam: 76).
Membaca Al-Qur’an dengan mentadaburinya, membaca As-Sunnah (Al-Hadits, pent) dengan tujuan untuk memahami Ad-Dien, berdzikir dengan dzikir-dzikir yang masyru’, melakukan sholat sunnah, shodaqoh, shaum dan lain sebagainya semuanya ini merupakan wasilah bertambahnya iman. Bertambahnya iman bukan karena khuruj.
d) Sedangkan tafsir ( أمة) khusus untuk bangsa arab saja dan ( الناس) untuk orang-orang selain bangsa arab, ini adalah penafsiran yang tidak pernah aku (Syaikh Ahmad Yahya, pent) lihat dari generasi terbaik ummat ini, bahkan khithob (ayat ini, pent) adalah kepada seluruh ummat Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, baik bangsa arab maupun bangsa selain arab.
Berkata Abdullah bin ‘Abas:
” هم الذين هاجروا من مكة وشهدوا بدرا والحديبية “
“Mereka adalah orang-orang yang berhijrah dari Makkah dan syahid di Badr dan Hudaibiyyah” (HR. Ahmad 1/272; An-Nasa’I dalam At-Tafsir 1/319 no. 92; Ath-Thabariy dalam Tafsirnya 7/110; Ibn Abi Haatim no. 1157; Ibn Abi Syaibah 12/155; Ath-Thabraniy dalam Al-Kabiir no. 12303; Al-Haakim 2/294 ia berkata:”Shahih menurut syarat Imam Muslim dan disepakati oleh Adz-Dzahabiy. Berkata Al-Hafiz (Ibn Hajar, pent) dalam Al-Fath 8/225:”Sanadnya bagus”)
Berkata ‘Umar ibn Al-Khothob:
” من فعل فعلهم فهو مثلهم “
“Barangsiapa yang melakukan apa-apa yang mereka lakukan maka ia seperti mereka”2)
Dan dalam hadits Shahih Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(( خير الناس قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم…))
“Sebaik-baiknya manusia adalah pada masaku, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya…” (HR. Bukhori no. 4557; Ath-Thabraniy 4/29-30; Ibn Abi Haatim no. 1161; Al-Haakim dalam Al-Mustadrok 4/84. Hadits ini dishahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabiy. Lihat Tafsir Ibn Katsir 1/392).
Berkata Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkholiy hafizahullah:”Dan yang benar terhadap tafsir ayat: {كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ… } adalah umum untuk seluruh ummat di setiap masa.3 dan 4)

Catatan Kaki:
1) Lihat Al-Mauridul ‘Adzbul Zulal, hal: 250-251. Oleh: Syaikh Ahmad Yahya dan juga Jama’ah Tabligh, hal: 14. Oleh: Miyan Muhammad Aslam.
2) Lihat Ad-Durul Mantsur 2/293.
3) Lihat Tuhfatul Ahwadzi 8/353.
4) Dinukil dari kitab Al-Mauridul ‘Adzbul Zulal, hal: 265-268 dengan diringkas.

DAFTAR MARKAS TABLIGH SELURUH DUNIA


DAFTAR MARKAS TABLIGH SELURUH DUNIA

Abu Dhabi : Kaleem Razal, Al-Musaffah, Abu Dhabi. 971-2-721
Afghanistan : Haji Md Meer, Sarai Nelam Farrush, Shahbazar, Kabul. 155-23798
Albania : (1) Dr Abdul Latif Saleh, Tirana. +355-42-25440/25438. (2) Seshi Avni Rustemi, Tirana. +355-42-23038 (3) Dr Skender Durresi, Tirana. +355-42-32710 Arab Saudi (4) Abdul Ghaffar Noor Wali, Jeddah. 966-2-6371607 (5) Ghassan 6823041 (6) Dr Ahmad Ali, P.O. Box 22310, Riyadh 11495. 966-1-6023679

Afrika Selatan : (1) Markaz, Bait-un-Nur, 17, 11th Avenue Mayfair, Johannesburg. 011-8392633
Albania (2) Dr Abdul Latif Saleh, Tirana. +355-42-25440/25438 (3) Seshi Avni Rustemi, Tirana. +355-42-23038 (4) Dr Skender Durresi, Tirana. +355-42-32710
Aljazair : (1) Masjid An-Najah, Al-Mohammedia, Algeria. (Belqasim Merad 213-2-750)
Angola (2) Comunidade Islamica em Angola, Caika Posta 2630, Luano
Amerika Serikat : (1) Dearborn Mosque, 9945 West Vernor Highway, Dearborn, Detroit. +1-313-8429000 (2) Markaz New York, 425, Montauk Avenue, Apt. 1, Brooklyn, New York (3) Markaz, Masjid Falah, 42-12, National St., Corona, New York. (Loqman Abdul Aleem) +1-718-4767968 (4) Abdur Raqeeb, 130, 69th St., Guttenberg, NJ 07093. +1-201-86.. , +1-718-8587168 (faks - Faqir) (5) Markaz, 820 Java Street, Los Angeles. (dekat Arbor Vitae St.) +1-310-4199177 (Dr Abd Rauf) Farouq Toorawa, Los Angeles. +1-310-6755456 (6) Masjid Al-Noor (Markaz), 1751 Mission Street, San Francisco. +1-415-5528831. (7) Vallejo Mosque, 727 Sonoma Boulevard, Vallejo, California. +1-707-6452024 (8) Naser Sayedi, 1777 East West Road, P.O.B. 1703, Honolulu. +1-808-735..
L/Cpl Chaudary, Hawaii. +1-808-2575721 (8) Islamic Centre, 1935, North Eo Place, Manoa, Honolulu.

Angola : (1) Comunidade Islamica em Angola, Caika Posta 2630, Luano
Argentina : (1) Ahmad Abboud, Centro Islamico, Av. San Juan 3049/53, Buenos Aires. 54-1-973577
Australia : (1) Markaz, 90 Cramer Street, Preston 3074, Melbourne (2) Sheikh Mo'taz El-Leissy, Melbourne. 61-3-94784515 (3) Markaz, 765 Wangee Road, Lakemba, Sydney. 61-2-97593898
(4) S. Hamid Latif, Lakemba Mosque, 63/65 Wangee Road, Lakemba 2195, Sydney. 61-2-759-3899, 61-3-470-2424 (5) Markaz, 427 William Street, Perth. (6) Abdul Wahab, Perth. 61-9-4596826
Austria : (1) A. Khaleque Qureshi, Masjid Belal, Diefenbachgasse 12/12, 1150 Wien. 43-1-9387615, 43-1-7366125
Azerbaijan : (1) S. Uzair M. Ali, Orzhenigidzebskoy, Noboy Gumarbel M3/2F.

Bahamas : (1) Jamaat ul Islam, P.O. Box 10711, Nassau.
Bahrain : (1) A Aziz Baluch, P.O. Box 335, Manama. 953-256-707
Bangladesh : (1) Maulana A Aziz, Kakrail Masjid, P.O. Ramna, Dhaka. 88-02-239-457
Barbados : (1) Maulana Yusuf Piprawala, Kensington New Road, Bridgetown. 1-809-426-8767
Belanda : (1) Moskee Arrahman (Markaz), Van Ostade str. 393-395, 1074 Amsterdam. (Tram no. 4 dari stasiun keret api) (Al-Kabiri) 31-20-764073
Belgia : (1) Masjid Noor, Rue Massaux 6, Gemeente Schaarbeek, 1030 Brussels. (Mostafa Nooni) 32-2-219-7847
Belize : (1) Masjid Van Slambrouck, Fortuin St. 6, B8400 Oostende
Bermuda : (1) Md Mosque, Basset Bldg Court, St. Ram, Hamilton
Biera : Omar Osman, P.O. Box 382, Biera. 23260
Bolivia : Biab Khalil, P.O. Box 216, La Paz. BX 5418 (teleks)
Brazil : A Aziz Alinani, Imam, Centro Islamica, Ax W-5 Norte, Brazil. 55-11-278-6789
Britain : (1) Markazi Mosque, South Street, Saville Town, Dewsbury. (Hafez M Patel) 44-924-460760, 44-924-46685? (faks) (2) East London Markazi Masjid, 9-11 Christian St, Off Commercial Road, London E1. (Zulfiqar) 44-71-4811294
Brunai Darussalam : Hj Jamili Hj Abbas, 647 Kg Lumapas. 673-8-810480, 673-2-337488. jamil@brunet.bn- Hj Mahadi, Bandar Sri Begawan. 332148
Bulgaria : (1) Mufti Basri Osman, Plovdiv. 359-2-233-109 Cad (2) Masjid-e-Noor, Share Namer, N O'Jamina. (Adam Yusuf Amin) Cecen (2) Dudaeb Shakmarze, Ul. Khakalskaya 90/2/42, Grozni.
Chili (3) Taufiq Rumie, Edwardo Castillo Valesco 1160, Nunoa, Santiago. 56-2-496-081, 56-2-294-182

China : (1) Hilal D. C. Guangyun, V. C., Stand Comm, East Dist. Peoples Congress, Dagastan
(2) Habibullah, Sk Mohuddin, village Gubdan, Lewanshowski.
Denmark : (1) Shehzad Ahmad, Makki Masjid, Brikegade 4 KLD, N Kobenhavn (Copenhagen). 45-43-(35)-361-513 (2) Centre Mosque, Morbaerhaven Block 18 c/4, 2060 Albertslund. 02-454368
Dubai : (1) Shaikh Hamdan, Masjid al Kasis, Al Kasis No. 3, dekat Umm Kulsum Che..
Eire : (1) Masjid, 7 Harringto Street, Dublin (2) Dublin Islamic Centre, 163, South Circular Road, Dublin 8. (3) Md Shigara, 21, Wolseley Street, Dublin 3. 353-1-540-027

Ethopia : (1) M. M. Kechia, Abu Bakr Masjid, Kwas Maida, Addis Ababa. 251-1-130-208, 135-823 (Ibrahim Sufra)
Feringgi : (1) Abu Bakar Sulil, Masjid Odiveas, Rua Thomas de Anunciacao 30 R/C Esq, Odiveas 2675, Lisboa
Fiji : (1) Noor Ali, Raki Raki Jama Masjid, P.O Box 15, Raki Raki, Fiji. 679-24440, 679-94002
Filiphina : (1) Masjid Abu Bakar, Marawi City, Lanao del Sur, Mindanao.
Finlandia : (1) Omar Nizamuddin, Puutarhankatu 18A, Helsinki. 358-21-513-572 (2) Masjid, Fredrinkatu 33B, 00120 Helsinki 12. 358-0-643-579, 358-0-149-6395 (3) Masjid, Abrahaminkatu
Gambia : (1) Abdul Wadood, Arabic Madrassa, Serekunda
Ghana : (1) T. Osang, P.O. Box 170A, Rock of Islam Mosque, Labadi, Accra. 233-21-663-443, 665-060
Guinea : (1) Md Boye, P.O. Box 12294, Barry, Conakary
Guinea Bissau : (1) Abayu Bayo, Jamia Kabir, Bissau.
Guyana : (1) Azim Khan, 35, Kraig Village, East Bank, Demerara. 592-(02)-62269 (Georgetown)
Hongkong : (1) Masjid Ammar, 40-01 Kwon Road, Wanch.. 5-892-0720 (Md Qadeem, Zafar 852-3-5-239-975)
Hunggaria : (1) A. Hafez, Flat 9, 84 Linen Kurt, Budapest. 36-1-833-905, 36-1-276-0482 (Babikir), (2) Dr Izzedin, Estergomiut 56/VII/26, (3) 1138 Budapest - Ibrahim, Fortuna (hotel murah), Szolgaltaro GMk, 1073 BP, Akacf
India : (1) Banglawali Masjid, 168 W. Nizamuddin, Basti Nizamuddin, New Delhi. 91-11-494-7137 (faks: Farooq), 617-142 (..)
Indonesia : (1) Masjid Jamek, 83 Jalan Hayam Waruk, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. (Ahmad Zulfikar) 62-21-821-236, 639-5585, 682-378 (2) Masjid Istiqlal, Jalan Yos Sudarso, Dumai, Sumatra Barat
Iran : (1) Al Amir A Roaf, Masjid e Tauhidi, Zahedan
Iraq : (1) Sk Kazim, Montaga Buhimania Al Karich, Share Mar'uf, Baghdad
Italia : (1) El Amrani, 3231 Via Vanzetti No. 3, Cita di Sudi (Cascino Rosa), Milano. 39-10-952-20?, 39-6-802-258 (2) Masjid, Via Bertoloni 22/24, Roma, (3) Masjid,Via Berthollet 24, Torino, (4) Masjid, Via de Groce 3 (Tingkat 4), Trieste
Jabaltariq : Masjid Cesemate Sq., Main Street, Gibraltar. 350-73058
Jamaika : (1) Naeem A. Muta'ali, Muslim Community, 54 Wildman Street, Kingston. 1-809-9283516 (Akbar), 9286789 (Naeem), (2) Islamic Center of Jamaica, 134 1/2 King Street, Kingston
Japan :
(1) Markaz Islaho Tarbiyat (Ichnowari), 1-1-6 Bingonishi, Kasukabe-Shi, Saitama-Ken, Tokyo 334
(2) Ibrahim Ken Okubo, Room 105, Bingo Higashi 1-22-20, Kasukabe Shi, Saitama Ken, Tokyo 344. 0487-36-2767 (tel) 04-8738-0699 (faks)
(3) Syed Sohel 04-8736-2767
(4) Masjid Darus Salam, 772, Oaza Sakai, Sakai Machi, Sawa-gun, Gunma Ken. Hafiz Afzal 030-146-1419
(5) Masjid Shin Anjo (Nagoya), Bangunan Kamimoto, Tingkat Satu, 1-11-15, Imaike-cho, Anji-Shi,Aichi Ken Najimuddin 030-56-32101. Nufail 030-56-50432, 056-698-9408
(6) Masjid Takwa (Chiba), Sanbu-Machi, Sanbu-Gun, Ametsubo 65-12, Chiba Ken (dekat stesen JR Hyuga).Lokman 043-444-5464, 030-067-9223. Shamin 010-404-4748
(7) Makki Mosque (Narimasu, Tokyo), stesen Narimasu (Tobu line).
Asraf 010-609-2479
(8) Markaz Hon-Atsugi (Kanagawa). 0462-27-5936
(9) Islamic Center, 1-16-11 Ohara Setagayu ku, Tokyo 156. 03-7870916, 4606169
(10 Islamic Center, C Hoko Mansion 4-33-10 Kitazawa, Setagaya ku, Tokyo 156
(11) Nerima K. K. Mati, 1-30-17 Kopsaki 205, Tokyo. 81-3-450-6820, 81-3-553-7665 (Ismail), faks 81-3-458-3967
(12) A. Aziz Mecavale, 175 Kumitashi Cho, Tokyo. (d/a Akarim Seth)
Jerman
(1) Md. Nawaz, Masjid, Muenchener str. 21, Frankfurt. (06175)1673, (0221)550..
(2) Md. Nawaz, Berliner str. 31, 6374 Steinbach. (06171) 75360
(3) Barbaros Gamii (masjid), Kyffhavser str. 26 (dekat Barbarossa Platz), 5 Koeln 1 (Cologne). (Husseinbeg Firat 467477, Zia) 0211-213870
(4) Masjid, Lindower str. 18-19, 1000 Berlin 65. (030) 4617026
(5) Masjid, Landwehr str. 25, Muenchen (Munich). (dekat stesen keretapi)
(6) Masjid, Steindamm, Hamburg. (dekat stesen keretapi)
(8) Masjid, Haupsletter str. 715, Stuttgart. 0711-6406775
Jibouti
(9) Salem Ahmad, Deeday Masjid, P.O. Box 730, Djibouti. 253-762-189, 5818 FIANEA (teleks)
Jordan
(10) Md Mustafa Al Wafai, Masjid Madeenat al Hujjaj, Mukhayam Het.. 962-6-774-257
Kamerun
(11) Osmany c/o Alhaj Md, P.O. Box 19, Marwah.237-291-5
Kanada
(12) Medina Masjid, 1015 Danforth Ave., Toronto. (Ismail Patel / Anjum Mohammad)1-416-465-7833
Kazakhstan
(13) Baba Khanov, Muslim Religious Board of Central Asia, Alma Ata
Kenya : (1) A. Shakoor, Londi Mosque, sebelah balai polis Kamakunsi, Nairobi. 254-2-764-224, 254-2-340-965
Kibris : (1) Ahmet Cetkin, Harika Camii, Palamud Sok No. 11, Asa Marao.
Korea Selatan : (1) Imam Qamaruddin, Masjid Annur, GPO Box 10896, Seoul. 82-2-556-
Kosta Rika : (1) Mostafa Md Imam, Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose. 506-272-878
Kuwait : (1) A Rashid Haroon, Subhan Markaz, Al Mantiga Sinaere, Kuwait.
Laos : (1) Maulana Qamaruddin Noori, Masjid India, P.O Box 617, Vientianne. 3776
Liberia : (1) S M Azmat Subzwari, Randall Street Mosque, Monrovia. 231-225-0..
Lubhan : (1) A Hasib Sar Hal, Imam Ali ut Tariq Jadidah, dekat Madrasah Farooq, Beirut.
Libya : (1) Mustafa Kuraitty, Jame al Badri, Bab bib Ghasher, Tripoli. 218-61-72138

Luxemburg : (1) Islamic Centre, Route Darlon 2, Mamar. (S. B. Khan Afridi) 352-311-695..
Madagaskar : (1) Yakub Patel, P.O.Box 101, Tamatave. 261-5-33202
Maghribi : (1) Alhaj Ali, Masjid en Noor, Hayya Araha 61, Darul Baida, Casablanca. 212-366-483..
Malaysia : (1) Masjid Jamek Sri Petaling, Bandar Baru Sri Petaling, Kuala Lumpur. 60-3-9580515. 60-3-7595063 (Madrasah Miftahul Ulum). 60-3-7586134 (faks: Hj Khalid), (2) Abdul Wahid, Kota Kinabalu. 088-232994 (r), 088-225081 (o).
Maldiva : (1) Ibrahim Hassan, G. Aabin, Male Island
Mali : (1) Ismail, Markaz Haidara, P.O. Box 1551, Bamako. 223-22-22
Malta : (1) Md El Sadi, Islamic Centre, Corradino Road, P.O. Box 11, Paola, Malta. 356-772-163
Mauritania : (1) Daud Ahmad, Masjid Shurfa, P.O. Box 14, Nouakchott.
Mauritius : (1) Masjid Nur, Gora Issac St., Port Louis. 230-2424904 (2) Mir AM Soorma, Shaukat Islam Mosque, P.O.Box 328, Port Louis. 230-26
Meksiko : (1) Mir Y Ali, Norte 40A, No. 3612A, Col 7 de Noviembre, Mexico DF.. 537-1138
Mesir : (1) Masjid Anas bin Malik, Madinatul Muhaddithin, Share Iraqu Giza, Cairo. 20-2-702-804, 20-2-348-6185
Mozambik : (1) Md Rafiq Ahmad, Av Dazambia 305, I C Flat 4, Maputo. 258-2378..
Myanmar : (1) B. A. Ground Mosque, dekat stesen keretapi Rangoon. 95-1-74436, 3100 (Bhay)

New Zealand : (1) Abdul Samad Bhikoo, Auckland Mosque, 17 Vermont Street, Ponsonby, Auckland. 64-9-3764437 (2) Masjid AnNur, Christchurch. 64-3-3483930 (3) Ishan Othman, Dunedin. 64-3-4767121
Niger : (1) Yahya Sa'ati, Sooq al Kabir, dekat Mohatta Sayarat, Niamey.
Nigeria : (1) Hamza Oshodi, Central Mosque, 37 Church Road, Saban Gari, Kano. 47-2-9883

Norwegia (2) K. M. Riaz, Bilal Masjid, Tordenskjolds Gt. 86, 3044 Drammen. 47-2-9883-.. (3) Islamic Centre, Nosdahlbruns Gt. 22, Oslo 1.
Oman : (1) Masud Harthi, Jame Khalid ibni Walid, Assib, Muscat. 92-21-415
Pakistan : (1) AlHaj A. Wahab, Madrassa Arabia, Raiwind, Lahore. 92-21-415.., 92-21-216..(faks) (2) Makki Masjid, Garden Road, Karachi
Panama : (1) A F Bhikoo, Jama Masjid, 3rd Street & Mexico Avenue, Panama City. 517-256-44
Pantai Gading : (1) Md Amin (Jallo), Masjid Ahlesunnah, P.O. Box 110, Danane. -(225)-635-320 (Boike town)
Perancis : (1) Sh. Yunus Tlili, Masjid Rahman, Ave. Paul Vaillent Couturier 52, 93200 St Denis. 33-1-48.23.78.89, 48.26.78.78, (2) Markaz Marseille, Rue Malaval 24, 13002 Marseille. 91908047
Peru : (1) Naguib Atala, Casilla 3134, Lima. 51-14-294-620
Polandia : (1) Yakub, ul. Piastowska 77, Bialistok (2) Masjid, ul. Abrama 17A, Gdansk (3) Boguslaw Zagorski, ul. Rozlogi 6 Apt. 51, Warszawa (Warsaw)
Puorto Riko : (1) Arab Cultural Club, Km 5, KMO 65th Inf Ave, Rio Piepras, PR0092.
Qatar : (1) Abdullah Ahmad, Masjid Mantaya Sanaiya, P.O.Box 40621, Doha
Reunion : (1) Yusuf Lockati, Masjid Nurul Islam, 97400 St Denis. 262-200
Rumania : (1) Masjid, Ovidiu Square, Constanta
Rusia : (1) Masjid, Prospect Mira (dekat Olympic Station), Moscow. 281-4904 (2) Sayyid Akhtar, Moscow. sar_bob@hotmail.com
Rwanda : (1) A Majid Suleman, Medina Masjid, Kegali. 250-7536
Senegal : (1) Sk Ahmad, Masjid Al Noor, P.O. Box 1955, Colobane, Dakar. 221-223-262
Sierra Leon : (1) Hassan Taravaly, 4 Rush Street, Circular Road, Freetown.
Singapura : (1) Masjid Angulia, Serangoon Road. 02-2971624 (2) Hj Jufri, Block 210 #07-91, Tapines Street 23. 02-7832358 Hj Hassan 02-4442312. Najmuddin 02-2914742 Abdul Karim 02-4439294

Somalia : (1) S Sheraff, Masjid e Dawat, Magaiscia. 252-1-81963
Spanyol : (1) Musa Taha, Mezquita Ataqua, Calle Correo Viejo - 4, Albaicine, Granada. 34-58-255-611
Sri Langka : (1) Tablighi Markaz, 150 Lukmanjee Sq, Grandpass Rd, Colombo. (Md Lebbe Master) 94-1-25910
Sudan : (1) Dr D H Khalili, Masjid Hamddab, Ash Shaharah, Khartoum. 249-11-222428
Suriname : (1) Mufti B Piprawala, Masjid Taedul Islam, Mutton Shop 10B, Paramaribo. 597-81394
Swisland : (1) Md Hassan, P.O. Box 201, Maikerns. 83327
Swedia : (1) Markaz, Tarsgatan 91, Stockholm. 46-8-334-490 (A Raof), 46-8-750-8511 (S Zaidi), (2) Dr M Piar Ali, Tarsgatan 45B, Stockholm, (3) Tonsbergsgatan 4, 3TR, 16434 Kista. 46-8-719-3215 (P Ali), (4) Masjid, Gamlagatan, Uppsala. 46-18-21998281
Siria : (1) A M M Hosni, Razaqul-Jin-Sary, Zaid b Sabit, Merchant Modaiya, Damascus.
Syarjah : (1) Ali Bhai Patel, Al Futiaim Motors, P.O. Box 5819. 971-6-548-629

Tadjikistan : (1) A Rahim Mostafa, Masjid Shah Mansoor, ul. Wasfe, Dushanbe.
Taiwan : (1) Chinese Muslim Association, 62 H'sin Shen South Rd, Sec 2, Taipeh. 886-2-522-4473 (2) Nurrdin Hsueh Wen Ching, P.O. Box 1430, Kaohsiung. 886-7-7498749, 886-7-5215771
Tanzania : (1) Sayed Mohsin, Medina Masjid, P.O. Box 5050, Dar es Salam. 255-61-26455
Thailand : (1) Hanif A. Shakur, Masjid Aslam, Bangkaoli, Bangkok. 662-235-3956.. (2) Markaz, Minburi. (30 km dari pusat Bangkok) (3) Markaz, Yala.
Togo : (1) Imam Ratib, Sk Al Hassan, Grand Mosque, Zongo, Lome.
Trinidad : (1) Raziff Ghany, Monroe Road Masjid, Monroe Road, Cunupia. 809-650-1985
Tunisia : (1) Mestaoui Habib, 28 Rue Ibn Khaldoun, Ben Arous, Tunis. 216-1-380-843
Turki : (1) Umar Vanlioglu, Mescidi Salam, Sultan Ciftligi, Habibler Koyu, Istanbul. 90-1-3854053, 90-1-5951773, 90-1-5054619 (faks: C. Korkut)
Turkmenistan : (1) Uraz Murod, Uraz Md, Haji Noor, Masjid, Ashkabad.
Uganda : (1) Omar Mazinga, Masjid Nur, William St., P.O. Box 2046, Kampala. 256-41-246-63..
Uzbekistan : (1) Murad, Madrassa Mir e Arab, Bukhara. 42170 (2) Imam Mustafa Khul, Samarkand, 353268 (3) Ziauddin, Idara Diniyat, Tashkent. 351307
Venezuela : (1) Farooq A Rahman, Islamic Center, Calle-9, Urb La Paz, El Paraiso, Caracaz. 58-2-498322?
Vietnam : (1) M. Zakaria, Mutawalli Mosque, 66 Tnilap Thanh, Saigon. (2) Masjid Annur, 12 Hang Luoc street, Hang Ma ward, Hoan Kian precinct, Hanoi. (3) Ustaz Muhsin, Madrasah Arabiah, 25A Lang Ha street, Hanoi.
Yaman : (1) Hamood Faki, Masjid As-Sawad, Al Habbah Annagal St, Al Harabi, Sana'a. 967-2-227-246
Yugoslavia : (1) Jusufspabic Md., Jevremova 11, 11000 Belgrade. 38-11-642-043, 622-654
Yunani : (1) Greece Markazi Masjid Rassos, 9 Galaxia Strape (dekat Kosmos), 117/45 Athens. (2) Munir Mahmud, G. Papandreau 87, Goudi, Athens. 30-1-775-8155, 30-531-24863 (Hussein Mostafa)
Zaire : (1) Ahmad Nomani, P.O. Box 510191, Chipata. 260-62-21161 (2) Ahmad Karodia, Md Ravat, P.O. Box 30324, Lusaka. 260-1-212-023
Zimbabwe : (1) Y. Hussain, Ridgeview Masjid, Boeing Road, Ridgeview. 263-4-292..

Nb: Penulis memohon maaf sebesar-besarnya apabila belum semua markaz dapat tercantum disini, serta apabila terdapat kesalahan pada alamat-alamat markas yang ada.
Demi kemajuan umat, kritik dan saran senantiasa diharapkan oleh penulis dengan adanya artikel ini.

Jemaah yang terdapat di seluruh dunia


Jemaah yang terdapat di seluruh dunia

Sunday Times London pada tanggal 27 November 2005 menulis artikel tentang Jemaah tabligh yang akan membuat komples masjid yang berukuran gigantic, yang akan dinamakan Markaz London, diatas area tanah seluas 10 hektar disebuah kota Newham, yang berjarak kurang lebih 500 yards dari stadion Olympic 2012..
Dengan design Futuristik masjid ini diharapkan dapat menangkal badai angin besar juga gempa bumi. Masjid ini juga menggunakan pembangkit listrik tekhnologi wind turbine minarets and tidal power (Kincir angin dan kincir didalam air), sepertinya memang sudah dipersiapkan untuk menghadapi jaman kekacauan kedepan yang kasat mata adalah habisnya bahan bakar minyak.
Masjid yang direncanakan mampu menampung 40.000. bahkan sampai dengan 70.000 jemaah apabila berhasil mendapatkan legalitas dari pemerintah setempat. Jumlah ini hanya beda 10.000 dengan daya tampung lebih sedikit dengan stadion Olympic disebelahnya. Dapat dipastikan akan menjadi tempat ibadah terbesar di Eropa, yang Insya Allah akan terselesaikan pada tahun 2012.
Tidak ada maksud mereka untuk bermegah-megahan dalam hal ini. “Kami akan memuslimkan seluruh Eropa” itulah misi dan cita-cita utama mereka. Hal ini juga bukanlah omong kosong dari mereka. Pada setiap Ijtimai (Pertemuan Tahunan International) diberbagai Negara dan benua dengan waktu pengadaan hanya 3 hari. jemaah ini mampu menghadirkan 6 – 10 Juta umat muslim dari seluruh penjuru dunia, dan mengeluarkannya sedikitnya 100.000 belum lagi jumlah ribuan jama’ah yang setiap harinya diputar dari setiap Negara yang mempunyai markaz dari jemaah ini untuk berdakwah dengan membawa akhlak & Adab-adab Rasulullah SAW. keseluruh pelosok bumi.
Dan pada kenyataannya pertumbuhan umat muslim di Eropa pun sedemikian pesatnya, hingga tercatat pada tahun 2007 mencapai angka 57.000.000 umat muslim. Dan sebanyak 2.8 juta yang bermukim di Inggris.

Sedikit sejarah mengenai Jemaah Tabligh, Jemaah ini didirikan tahun 1926, di India, oleh pakar Deobandi, Muhammad ilyas, yang ingin menyebarkan kesadaran akhlakul kharimah Rasulullah SAW dengan mengutamakan persatuan antara umat muslim di Asia Selatan dan berjanji bahwa dengan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah SAW., suatu hari mereka akan memperoleh kejayaan.. Ishaq Patel, amir pertama Jemaah Tabligh di UK mengatakan telah pergi ke Mekkah dan mempunyai tarbiyah hati untuk memuslimkan Inggris.
Ironis memang, kenapa kebesaran agama ini harus didirikan ditengah kefasikan bangsa Eropa dan berpusat di India. Akan tetapi ini sama sekali tidak bertolak belakang dengan sejarah Allah menurunkan Musa AS ditengah-tengah kebiadaban Fir’aun LA, menurunkan Daud AS situbuh kecil. ditengah kekuatan dan kejahilan bangsa Filistin yang ditentarai oleh Goliath, bagaimana Allah SWT. menurunkan Isa AS. ditengah kebiadaban pendeta-pendeta Yahudi Israel di Jerusalem. Tak luput juga seorang Rasul SAW. Yang buta huruf ditengah-tengah kebodohan dan ke jahilan bangsa Arab.

Wahai Saudaraku saudaraku tidak bisakah kalian lihat dalam kurun waktu 82 tahun, diantara berbagai tudingan pahit, hinaan, kecaman bahkan fitnah jemaah ini mampu berkembang demikian pesatnya?, apakah rahasia dari semua ini?.

Mari bersama-sama kita selidiki rahasia kekuatan dari jemaah ini : Siapa pemimpin jemaah ini? …Siapa saja yang taat kepada Allah beserta RasulNya, Di mana pusat jemaah ini?...Rumah-rumah Allah (Masjid-masjid) seluruh dunia.
Siapa tentaranya?... Semua umat muslim yang sadar akan kewajiban berdakwah.
Apa senjatannya?... Siwak, kompor dan bantal.
Apa paspor & visanya? Tali silaturahmi & hijrah sementara (Wisata) untuk Iktikaf dimasjidnya sendiri.
Apa pahamnya? La ilaha ilallah Muhammadurasulullah.
Sungguh suatu ironi yang luar biasa apabila mereka harus dihadapkan dengan tentara-tentara musuh Islam dengan keterampilan perang dan senjata-senjata yang demikian canggihnya. Hanya ejekan dan bahan tawaan saja yang ada untuk mereka bisa melawan itu. Sungguh bagaikan David yang melawan Goliath.
Mereka juga sering diremehkan karena tidak berpolitik, Dalam hal berpolitik Jema’ah ini menampik, “kami bukan tidak berpolitik, politik yang dilakukan kebanyakan sekarang adalah berdasarkan kepada kepentingan suatu golongan, kami tidak ingin berpolitik seperti itu tapi, politik kami politik cara nabi!”.
Kasat mata mereka memang kelihatan lemah sekali. Lalu dimana kekuatannya? mari kita telusuri satu demi satu bagaimana politik cara nabi yang mereka maksudkan ini?.
Negara dan pemerintahan dunia mana yang bisa menolak masuk seseorang yang paspor dan ijinnya silaturahmi & Wisata?. Apabila mereka digeledah dibandara dan terkena razia, didalam tas tentaranya yang ada siwak dan bantal, bawaan paling gede cuma kompor tidak ada pelanggaran apapun dinegara manapun perihal bawaan mereka itu. Ditanya pahamnya apa? La ilaha ilallah Muhammadurasulullah (paham seluruh umat islam). Mau diadu domba sesama umat Islam?, Menggunakan apa? Mereka tidak bermain politik, tidak berpegang pada manhaj dan fiqih ini itu, mereka tidak ikut golongan manapun , mereka lebih mengutamakan persatuan umat muslim yang lebih ditekankan Rasulullah SAW. Mau diburu dan dikecam pemimpinnya? ngeburu siapa dan yang mana gak jelas, semua bisa jadi pemimpin. Mau di bomb markaznya? Masjid yang mana? Markaznya banyak sampai pelosok-pelosok kampung diseluruh penjuru dunia ada halaqoh-halaqohnya, kalau situasi darurat halaqoh manapun bisa dijadikan markaz pusat. Secara nalar saja bisa dilihat untuk ngebom semua itu butuh berapa ton TNT & C4 ataupun mungkin berapa banyak tangki Uranium yang akan dihabiskan? Selain itu kalaupun mereka dapat melakukannya, berarti harus mengeluarkan maklumat perang dunia ke-3 kepada seluruh umat Islam didunia.
Kerendahan hati & Ketawadjuhan pada Allah beserta RasulNya dan inilah yang yang secara tidak sadar mereka membawa senjata yang amat sangat dahsyat, yang amat sangat ditakuti seluruh bangsa-bangsa jahil. Apa senjatanya itu? Bomb hidayah karena Akhlakul kharimah (Akhlak yang baik) yang dibawa dalam silaturahminya. Jadi wajar adanya apabila suatu saat nanti mereka akan membawa kejayaan sebagaimana jaman sahabat dulu.
Kejayaan yang sungguh diimpikan oleh seluruh makhluk dibumi. Perang yang disebabkan oleh politik ini hanyalah perang hawa nafsu. dari masing masing individunya.yang pastinya tidak membawa kerusakan dan kerugian bagi siapapun dimuka bumi kecuali bagi satu makhluk yang semua umat manusia pun membencinya, yaitu; Iblis laknatullah yang ada didalam hati-hati keras manusia-manusia jahil dimuka bumi ini. Perang hawa nafsu ini sesungguhnya sudah Rasulullah SAW sabdakan dengan baik sejak kurun 1500 tahun yang lalu “sebagai peperangan terbesar pada umat sesudahku”..

Sungguh mereka bagaikan rayap-rayap kecil yang terlihat tak berdaya yang akan mampu menumbangkan pohon-pohon besar dari kecongkakan musuh-musuh Islam. Hal ini sejalan dengan sejarah Rasulullah SAW. dan sahabat yang mampu mengislamkan bangsa besar Persia dengan mengetuk pintu rakyatnya satu demi satu dengan membawa akhlakul kharimah. Kalau rakyatnya sudah mayoritas Islam, pemerintahnya mau apa?. Yang notabene kita semua tahu kalau pada perkembangannya bangsa Persia merupakan sebuah bangsa besar dengan mempunyai andil yang sangat besar dalam menolong perkembangan Islam yang berhasil menaklukan kegagahan dan kecongkakan bangsa Romawi dan Mesir.

“Hal itu dapat dipastikan sebagai suatu mukjizat terbesar yang pernah ada dalam sejarah bangsa Arab yang terbelakang dan terpencil. Dimana sekelompok orang dari sahabat sahabat nabi saw. Dalam waktu yang relatif singkat telah berhasil menciptakan budaya yang besar dan berarti, yang membentang dari pyreness ke gerbang China.” (Islam Religion of life, Abdul Wadud Shalabi)
Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa yang Selalu Ingat Akan Sejarahnya & Agama yang Besar Adalah Agama yang Senantiasa Ingat Pada Perilaku & Perbuatan (Sunnah-Sunnah) Pembawanya . Insya Allah…

Rumusan Karguzari Jemaah Masturat 3 Hari

Rumusan Karguzari Jemaah Masturat 3 Hari

Maret 24, 2008 in Tertib Dakwah

Berikut diseneraikan dibawah ini rumusan karguzari jemaah masturat 3 Hari yang ana hadhir baru-baru ini. Senerai ini adalah panduan dan usul utk pembaca telitikan.
1.Cuba utk keluar selama 72 jam. Keluar 3 hari ini sudah dimasukkan dlm nisab keluar 3 hari setiap bulan. Masturat kita mesti dikeluarkan setiap 3 bulan sekali. Maknanya jika kita keluar masturat bulan januari, next keluar masturat adalah bulan April. Begitulah seterusnya.

2.Maksimal 7 pasang satu jemaah.

3.Tak boleh bawa anak lelaki.

4.Hanya 2 org anak perempuan dibenarkan bawa. Itupun 12 tahun keatas. Tak boleh bawa anak kecil.

5.Pakai purdah lengkap dgn sarung tangan. Kalau tak der, tidak dibenarkan keluar. Dialu-alukan keluar lain kali mengikut syarat ini. Pakaian hendaklah berwarna kelam atau gelap. Selain hitam (terbaik) boleh kalau biru gelap,atau hijau gelap.Jangan pakai nipis dan berwarna terang, dikuatiri menampakkan bentuk tubuh-badan.

6.Jangan bawa barangkemas dan perhiasan yang tak perlu. Macam masuk dlm kubor, emas semua tinggal. Hingga gigi ada emas pun kena cabut. Bawa prinsip ini.

7.Sebelum hantar masturat-masturat masuk dlm rumah yg diputuskan, Amirsab dan beberapa ahli jemaah perlu lihat keadaan rumah, luar dan dalam walau pun rumah tu sudah 100 kali terima jemaah. Lihat bilek, ruang-tamu, tempat wuduk, tabir (2 lapis), dapur , tandas dll. Sekiranya ada pembetulan tegur dgn penuh hikmah. Bawa org baru utk lihat juga bagi tujuaan belajar.

8.Untuk tabir pemisah antara lelaki dan wanita, ianya haruslah 2 lapis dengan dua tali yang berasingan. Sekiranya satu tercabut maka satu lagi akan ada. Kalau tiada, beritau tuan rumah supaya betulkan atau minta izin jika kita hendak betulkan. Jangan paku sebarangan dinding rumah itu, takut pecah-hati dia.

9.Masa mulakat dan dakwah tekankan supaya masturat banyakkan buat dakwah. Tanya mereka berapa org dah dakwah hari ini. Dakwah kpd taklim dll.
10.Salah satu program muzakarah yang ditekankan ialah “bagaimana menghidupkan taklim rumah?”

11.Hari ke-3 tak sempurna keluar kalau tangguh lepas asar. Takcukup 72 jam. Paling kurang lepas isyak. Cuba habiskan semua amalan.

12.Buat Wupsi sebelum hari gelap/sebelum maghrib. Tak digalakkan buat bayan malam hari, takut fitnah dan tak sesuai org kampung lihat. Lagi pula org alim cakap malam hari nafsu naik, tak sesuai buat program bersama lelakitapi sesama mereka boleh.

13.Masa mulakat hanya waktu siang , takbenarkan malam hari kecuali darurat. Masa mulakat ini cuba tanya kesediaan ahlia utk ambil apa-apa tanggung-jawab dlm program. Jgn putus sendiri takut dia tak sedia.

14.Banyakkan program muzakarah sesama mereka kerana dgn ini mereka akan buat dakwah. Kalau bayan mereka hanya dengar saja, Boleh buat muzakarah kalau org tak ramai. Kalau ramai buat bayan.

15.Dlm taghrib/bayan, cuba tasykil org tempatan utk sediakan rumah masturat kerana sekaran jemaah banyak tapi rumah kurang utk dijadikan route.

16.Digalakkan tinggalkan/switch off handphone.

17.Halqah Quran- Buat kumpulan 3/4 org dan diketuai oleh orang yang pandai membetulkan. Waktu istimai’ amal , hanya buat bayan saja. Biasanya lepas asar. Waktu pagi atau bila org tempatan tak ramai maka boleh buat halqah ini. Ini bertujuan utk tidak memalukan org yg tidak pandai atau baru-baru berjinak dengan agama.

18.Taklim yang sempurna semasa keluar adalah mengandungi ketiga-tiga perkara yakni Taklim kitabi, halqah quran dan muzakarah 6 perkara. Jangan pecah-pecahkan dia. Contohnya lepas fajar buat halqah quran saja. Waktu taklim pagi hanya taklim kitabi saja. Ini tidak betul. Walaupun fajar telah buat , pukul 10 pagi nanti kena buat juga baru dikira dlm package taklim.

19.Orang yang ingin nusrah penuh atau sebhg, perlu minta keizinan amir sab jemaah. Jangan minta dari tuan rumah saja. Amirsab kena bermesyuarat dgn penuh hikmah dgn tuan rumah dan ahli jemaah sekelian. Pertimbanagan perlu diberi sekiranya ahli keluarga tuan rumah ingin nusrah full. Terkadang yang menganggu konsentrasi program jemaah ini dtg dari org yang nusrah. Ahli jemaah diputuskan ikut usal, yakni tak boleh bawa anak dll, tetapi org yg dtg nusrah kemudiannya membawa 1 batallion anak-anak mereka duduk dan mengganggu program. Ini menimbulkan ketidak-puasan hati ahli jemaah yg keluar kerana mereka tlh korbankan hajat mereka utk bersama anak-anak yg masih kecil tetapi masih lagi diganggu.

20. 3 hari keluar , 3 hari ghast jgn miss. Putuskan 1 jemaah utk buat ghast berhampiran rumah masturat utk maklumkan pada jiran-jiran.

Riwayat Hidup Maulana Muhammad Ilyas rah.a.[1]


Riwayat Hidup Maulana Muhammad Ilyas rah.a.[1]

Maulana Muhammad Ilyas Al-Kandahlawy lahir pada tahun 1303 H. (1886) di desa Kandahlah di kawasan Muzhafar Nagar, Utar Prades, India. Ayahnya bernama Syaikh Ismail dan Ibunya bernama Shafiyah Al-Hafidzah. Keluarga Maulana Muhammad Ilyas terkenal sebagai gudang ilmu agama dan memiliki sifat wara’. Saudaranya antara lain Maulana Muhammad yang tertua, dan Maulana Muhammad Yahya. Sementara Maulana Muhammad Ilyas adalah anak ketiga dari tiga bersaudara ini.

Maulana Muhammad Ilyas pertama kali belajar agama pada kakeknya Syaikh Muhammad Yahya, beliau adalah seorang guru agama pada madrasah di kota kelahirannya. Kakeknya ini adalah seorang penganut mazhab Hanafi dan teman dari seorang ulama dan penulis Islam terkenal, Syaikh Abul Hasan Al-Hasani An-Nadwi yang merupakan seorang direktur pada lembaga Dar Al-‘Ulum di Lucknow, India[2]. Ayah beliau Syaikh Muhammad Ismail adalah seorang ruhaniawan besar yang suka menjalani hidup dengan ber’uzhlah, berkhalwat dan beribadah, membaca Al-Qur’an dan melayani para musafir yang datang dan pergi serta mengajarkan Al-Qur’an dan ilmu-ilmu agama.

Beliau selalu mengamalkan do’a ma’tsur dari hadits untuk waktu dan keadaan yang berlainan. Perangainya menyukai kedamaian dan keselamatan serta bergaul dengan manusia dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, tidak seorangpun meragukan dirinya. Bahkan beliau menjadi tumpuan kepercayaan para ulama sehingga mampu membimbing berbagai tingkat kaum muslimin yang terhalang oleh perselisihan di antara mereka. Adapun ibunda beliau Shafiyah Al-Hafidzah adalah seoarang Hafidzah Al-Qur’an. Istri kedua dari Syaikh Muhammad Ismail ini selalu menghatamkan Al-Qur’an, bahkan sambil bekerjapun mulutnya senantiasa bergerak membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang sedang ia hafal.

Maulana Muhammad Ilyas sendiri mulai mengenal pendidikan pada sekolah Ibtidaiyah (dasar). Sejak saat itulah beliau mulai menghafal Al-Qur’an, hal ini di sebabkan pula oleh kebiasaan yang ada dalam keluarga Syaikh Muhammad Ismail yang kebanyakan dari mereka adalah hafidzh Al-Qur’an. Sehingga diriwayatkan bahwa dalam shalat berjama’ah separuh shaff bagian depan semuanya adalah hafidzh terkecuali muazzin saja. Sejak kecil telah tampak ruh dan semangat agama dalam dirinya, beliau memilki kerisauan terhadap umat, agama dan dakwah. Sehingga ‘Allamah Asy-Syaikh Mahmud Hasan yang dikenal sebagai Syaikhul Hind (guru besar ilmu hadits pada madrasah Darul ‘Ulum Deoband) mengatakan, “sesungguhnya apabila aku melihat Maulana Ilyas aku teringat akan kisah perjuangan para sahabat”.

Pada suatu ketika saudara tengahnya, yakni Maulana Muhammad Yahya pergi belajar kepada seorang ‘alim besar dan pembaharu yang ternama yakni Syaikh Rasyid Ahmad Al-Gangohi, di desa Gangoh, kawasan Saranpur, Utar Pradesh, India. Maulana Muhammad Yahya belajar membersihkan diri dan menyerap ilmu dengan bimbingan Syaikh Rasyid. Hal ini pula yang membuat Maulana Muhammad Ilyas tertarik untuk belajar pada Syaikh Rasyid sebagaimana kakanya. Akhirnya Maulana Ilyas memutuskan untuk belajar agama menyertai kakaknya di Gangoh. Akan tetapi selama tinggal dan belajar di sana Maulana Ilyas selalu menderita sakit. Sakit ini ditanggungnya selama bertahun-tahun lamanya, tabib Ustadz Mahmud Ahmad putra dari Syaikh Gangohi sendiri telah memberikan pengobatan dan perawatan pada beliau.

Sakit yang dideritanya menyebabkan kegiatan belajarnyapun menurun, akan tetapi beliau tidak berputus asa. Banyak yang menyarankan agar beliau berhenti belajar untuk sementara waktu, beliau menjawab, ”apa gunanya aku hidup jika dalam kebodohan”. Dengan ijin Allah SWT, Maulana pun menyelesaiakan pelajaran Hadits Syarif, Jami’at Tirmidzi dan Shahih Bukhari, dan dalam jangka waktu empat bulan beliau sudah menyelesaikan Kutubus Sittah[3]. Tubuhnya yang kurus dan sering terserang sakit semakin membuat beliau bersemangat dalam menuntut ilmu, begitu pula kerisauannya yang bertambah besar terhadap keadaan umat yang jauh dari Syari’at Islam.

Ketika Syaikh Gangohi wafat pada tahun 1323 H, beliau baru berumur dua puluh lima tahun dan merasa sangat kehilangan guru yang paling dihormati. Hal ini membuatnya semakin taat beribadah pada Allah. Beliau menjadi pendiam dan hanya mengerjakan ibadah, dzikir, dan banyak mengerjakan amal-amal infiradi[4].





Maulana Muhammad Zakariya menuliskan:

Pada waktu aku mengaji sebuah kitab kepada beliau, aku datang padanya dengan kitab pelajaranku dan aku menunjukkan tempat pelajaran dengan jari kepadanya. Tetapi apabila aku salah dalam membaca, maka beliau akan memberi isyarat kepadaku dengan jarinya agar menutup kitab dan menghentikan pelajaran. Hal itu beliau maksudkan agar aku mempelajari kembali kitab tersebut, kemudian datang lagi pada hari berikutnya[5].

Beliau akhirnya berkenalan dengan Syaikh Khalid Ahmad As-Sharanpuri penulis kitab Bajhul Majhud Fi Hilli Alfazhi Abi Dawud dan akhirnya beliau berguru kepadanya. Semakin bertambah ilmu yang dimiliki membuat beliau semakin tawaddu'. Ketawaddu'an beliau di usia mudanya menyebabkan beliau dihormati di kalangan para Ulama dan Masyaikh. Syaikh Yahya, kakak kandung beliau sendiri tidak pernah memperlakukan beliau sebagai anak kecil, bahkan Syaikh Yahya sangat menghormati beliau.

Pada suatu ketika di Kandhla ada sebuah pertemuan yang dihadiri oleh ulama-ulama besar, di antaranya terdapat nama Syaikh Abdurrahman Ar-Raipuri, Syaikh Khalil Ahmad As-Sharanpuri, dan Syaikh Asyraf Ali At-Tanwi. Waktu itu tiba waktu sholat Ashar, mereka meminta Maulana Ilyas untuk mengimami sholat tersebut. Ustadz Badrul Hasan salah seorang di antara keluarga besar tersebut berkata, “alangkah panjang dan beratnya kereta api ini, namun alangkah ringan lokomotifnya”, kemudian salah seorang diantara hadirin menjawab,” tetapi lokomotif yang kuat itu justru karena ringannya”.

Akibat kematian kakaknya, Maulana Muhammad Yahya, pada 9 Agustus 1925, beliau mengalami goncangan batin yang cukup berat. Dua tahun setelah itu, menyusul kakaknya yang tertua, Maulana Muhammad. Beliau meninggal di Masjid Nawab Wali, Qassab Pura dan dimakamkan di Nizamuddin. Kematian Maulana Muhammad ini mendapat perhatian dari masyarakat sekitarnya. Beribu orang menziarahi jenazahnya. Setelah dimakamkan orang ramai meminta kepada Maulana Ilyas untuk menggantikan kakaknya di Nizamuddin padahal pada waktu itu beliau sedang menjadi salah seorang pengajar di Madrasah Mazhahirul ‘Ulum. Masyarakat bahkan menjanjikan dana bulanan kepada madrasah dengan syarat agar dapat diamalkan seumur hidupnya. Pada akhirnya, setelah mendapat ijin dari Maulana Khalil Ahmad dengan pertimbangan jika tinggalnya di Nizamuddin membawa manfaat maka Maulana Ilyas akan diberi kesempatan untuk berhenti mengajar. Beliau pun akhirnya pergi ke Nizamuddin, ke madarasah warisan ayahnya yang kosong akibat lama tidak dihuni. Dengan semangat mengajar yang tinggi beliaupun akhirnya membuka kembali madrasah tersebut.

Karena semangat yang tinggi untuk memajukan agama, beliaupun mendirikan Maktab di Mewat, tetapi kondisi geografis yang agraris menyebabkan masyarakatnya lebih menyukai anak-anak mereka pergi ke kebun atau ke sawah daripada ke Madrasah atau Maktab untuk belajar agama, membaca atau menulis. Dengan demikian Maulana Ilyas dengan terpaksa meminta orang Mewat untuk menyiapkan anak-anak mereka untuk belajar dengan pembiayaan yang ditanggung oleh Maulana sendiri. Besarnya pengorbanan Maulana hanya untuk memajukan pendidikan agama bagi masyarakat Mewat tidak mendapatkan perhatian. Bahkan mereka enggan menuntut ilmu, mereka senang hidup dalam kondisi yang sudah mereka jalani selama bertahun-tahun turun temurun.

Beliau melihat bahwa kebodohan, kegelapan dan sekularisme yang melanda negerinya sangat berpengaruh terhadap madrasah-madrasah. Para murid tidak mampu menjunjung nilai-nilai agama sebagaimana mestinya, sehingga gelombang kebodohan semakin melanda bagaikan gelombang lautan yang melaju deras sampai ratusan mil membawa mereka hanyut. Tetap saja masyarakat masih belum memiliki semangat agama. Kebanyakan mereka tidak begitu berminat untuk mengirimkan anak-anak mereka untuk belajar ilmu di Madrasah. Hal ini disebabkan mereka tidak tahu pentingnya ilmu agama, mereka pun tidak menaruh hormat pada lulusan Madrasah yang telah memberikan penerangan dan dakwah. Orang Mewat pun tidak mau mendengarkan apalagi mengikutinya. Kesimpulannya bahwa Madrasah-madrasah yang ada itu tidak mampu mengubah warna dan gaya hidup masyarakat[6].

Melihat keadaan Mewat yang sangat jahil itu semakin menambah kerisauan beliau akan keadaan umat Islam terutama masyarakat Mewat. Kunjungan-kunjungan diadakan bahkan madrasah-madrasah banyak didirikan, tetapi hal itu belum dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat Mewat. Dengan ijin Allah timbullah keinginannya untuk mengirimkan jama’ah dakwah ke Mewat. Pada tahun 1351 H/1931 M, beliau menunaikan haji yang ketiga ke tanah suci Makkah. Kesempatan tersebut dipergunakannya untuk menemui tokoh-tokoh India yang ada di Arab guna mengenalkan usaha dakwah dan dengan harapan agar usaha ini dapat terus dijalankan di tanah Arab. Keinginannya yang besar menyebabkan beliau berkesempatan menemui Sultan Ibnu Sa’ud yang menjadi raja tanah Arab untuk mengenalkan usaha mulia yang dibawanya. Selama di tanah Makkah Jama’ah bergerak setiap hari sejak pagi sampai petang, usaha dakwah terus dilakukan untuk mengajak orang taat kepada perintah Allah dan menegakkan dakwah.

Setelah pulang dari haji tersebut, Maulana mengadakan dua kunjungan ke Mewat, masing-masing disertai Jama’ah dengan jumlah yang cukup besar, paling sedikit seratus orang. Bahkan di beberapa tempat jumlah itu justru semakin membengkak. Kunjungan pertama dilakukan selama satu bulan dan kunjungan ke dua dilakukan hanya beberapa hari saja. Dalam kunjungan tersebut beliau selalu membentuk jama’ah-jama’ah yang dikirim ke kampung-kampung untuk berjaulah (berkeliling dari rumah ke rumah) guna menyampaikan pentingnya agama[7]. Beliau sepenuhnya yakin bahwa kebodohan, kelalaian serta hilangnya semangat agama dan jiwa keislaman itulah yang menjadi sumber kerusakan. Adapun satu-satu jalan adalah membujuk orang-orang Mewat agar keluar dari kampung halamannya untuk memperbaiki diri dan belajar agama, serta melatih kebiasaan-kebiasaan yang baik sehingga tumbuh kesadarannya untuk mencintai agama lebih daripada dunia dan mementingkan amal dari mal (harta).

Dari Mewat inilah secara berangsur-angsur usaha tabligh meluas ke Delhi, United Province, Punjab, Khurja, Aligarh, Agra, Bulandshar, Meerut, Panipat, Sonepat, Karnal, Rohtak dan daerah lainnya. Begitu juga di bandar-bandar pelabuhan banyak jama’ah yang tinggal dan terus bergerak menuju tempat-tempat yang ditargetkan sepeti halnya daerah Asia Barat[8]. Terbentuknya jama’ah ini adalah dengan ijin Allah melalui kerisauan seorang Maulana Muhammad Ilyas, menyebarlah jama’ah-jama’ah yang membawa misi ganda yaitu ishlah diri (perbaikan diri sendiri) dan mendakwahkan kebesaran Allah SWT kepada seluruh umat manusia. Perkembangan jama’ah ini semakin hari semakin tampak. Banyak jama’ah yang dikirim dari tempat-tempat yang dikunjungi jama’ah pun ada yang kemudian membentuk rombongan jama’ah baru sehingga silaturrahim antara kaum muslimin dengan muslim yang lain dapat terwujud. Gerakan jama’ah tidak hanya tersebar di India tetapi sedikit demi sedikit telah menyebar ke barbagai negara. Hanya kekuasaan Allah yang dapat memakmurkan dan membesarkan usaha ini.

Kerisauan akan keadaan umat semakin bertambah, jama’ah-jama’ah banyak dibentuk dan dikirim ke pelosok jazirah. Sehingga dengan ijin Allah usaha ini pun semakin meluas. Maulana Muhammad Ilyas tanpa henti terus memberi dorongan dan arahan ilmu dan pemikirannya untuk menjalankan usaha dakwah ini agar sampai ke seluruh alam. Dalam keadaan umur yang tua renta, Maulana terus bersemangat hingga tubuhnya yang kurus tidak mampu lagi untuk digerakkan ketika beliau menderita sakit. Pada hari terakhir dalam sejarah hidupnya Maulana mengirim utusan kepada Syaikhul Hadits Maulana Zakariya, Maulana Abdul Qodir Raipuri, dan Maulana Zafar Ahmad, bahwa beliau akan mengamanahkan kepercayaan sebagai amir jama’ah kepada sahabat-sahabatnya seperti Hafidz Maqbul Hasan, Qozi Dawud, Mulvi Ihtisamul Hasan, Mulvi Muhammad Yusuf, Mulvi Inamul Hasan, Mulvi Sayyid Raza Hasan. Pada saat itu terpilihlah Mulvi Muhammad Yusuf sebagai pengganti Maulana Muhammad Ilyas dalam memimpin usaha
dakwah dan tabligh[9].

Pada sekitar bulan Juli 1944 beliau jatuh sakit yang cukup parah, beliau hanya berbaring di tempat tidur dengan ditemani para pembantu dan muridnya. Kondisi tubuhnya yang telah lemah merupakan bukti nyata bahwa beliau bersungguh-sungguh menghabiskan waktu berdakwah Khuruj Fi Sabilillah mengembara dari satu tempat ke tempat lain bersama dengan Jama’ah untuk mendakwahkan kebesaran Allah dan kalimat Laa Ilaaha Illallah Muhammad Rasulullah.

Pada tanggal 13 Juli 1944, Maulana telah siap untuk menempuh perjalanannya yang terakhir. Beliau bertanya kepada salah seorang yang hadir, “apakah besok hari Kamis?”, yang di sekelilingnya menjawab,”benar”, kemudian beliau berkata lagi, “periksalah pakaianku, apakah ada najisnya atau tidak”, yang disekelilingnya berkata bahwa pakaian yang dikenakannya masih dalam keadaan suci. Kemudian beliau turun dari dipan, berwudlu dan mengerjakan sholat Isya’ dengan berjama’ah. Beliau berpesan kepada orang-orang agar memperbanyak dzikir dan do’a pada malam itu. Beliau berkata,”yang ada di sekelilingku ini pada hari ini hendaklah menjadi orang-orang yang dapat membedakan antara perbuatan setan dan perbuatan malaikat Allah”.


Pada pukul 24.00 beliau pingsan dan sangat gelisah, dokter segera dipanggil dan obat pun segera diberikan, kata-kata Allahu Akbar terus keluar dari mulutnya ketika malam telah menjelang pagi, beliau mencari putranya Maulana Muhammad Yusuf dan Maulana Ikromul Hasan ketika dipertemukan beliau berkata,” kemarilah kalian, aku ingin memeluk, tidak ada lagi waktu setelah ini, sesungguhnya aku akan pergi”. Akhirnya Maulana menghembuskan nafas terakhirnya, beliau pulang ke rahmatullah sebelum adzan Shubuh. Seorang pengembara yang amat lelah yang mungkin tidak pernah tidur dengan tenang, kini sampai ke tempat tujuannya. “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas dan di ridhai-Nya. Maka masuklah kamu kedalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku” (Al-Fajr, 127-128)[10].

Beliau tidak banyak meninggalkan karya-karya tulisan tentang kerisauannya akan keadaan umat. Buah pikiran beliau dituang dalam lembar-lembar kertas surat yang di himpun oleh Maulana Manzoor Nu’mani dengan judul Aur Un Ki Deeni Dawat yang ditujukan kepada para ulama dan seluruh umat Islam yang mengambil usaha dakwah ini. Karya beliau yang paling nyata adalah bahwa beliau telah meninggalkan kerisuaan dan fikir atas umat Islam hari ini serta metode kerja dakwahnya yang atas ijin Allah SWT telah menyebar ke seluruh pelosok dunia. Orang-orang yang mengetahui keadaan umat, Insya Allah akan mengambil jalan dakwah ini sebagai penawar dan obat hatinya, dan akan menjadi sebab hadirnya hidayah bagi dirinya dan orang lain.

Prinsip dan Usaha Membangun Tradisi Dakwah

Dakwah merupakan masalah yang paling penting dalam mengembalikan kejayaan umat Islam. Kesan dakwah pada saat ini tidaklah sepenting yang digariskan, dan seakan sudah tidak ada lagi dalam pikiran orang-orang Islam yang hidup pada zaman ini. Orang-orang Islam mungkin lupa bahwa risalah kenabian dan kerasulan telah ditutup oleh Allah SWT. Sementara agama Islam yang menjadi jalan keselamatan harus sampai kepada generasi terakhir umat manusia yang tidak seorangpun mengetahui kapan berakhirnya. Sering diungkapkan dalam riwayat-riwayat tentang penyakit umat-umat nabi terdahulu yang pada saat ini dapat kita lihat sendiri. Maka menjadi tugas umat Islam sebagai pewaris tugas kenabian untuk mendakwahkan agama Allah SWT hingga generasi terakhir dari peradaban manusia.

Dalam pandangan Maulana Muhammad Ilyas dakwah merupakan kewajiban umat Nabi Muhammad saw. Pada prinsipnya setiap orang yang mengaku mengikuti ajaran Nabi Muhammad tentulah memiliki kewajiban mendakwahkan ajarannya, yaitu agar selalu taat kepada Allah dengan cara yang telah dicontohkan Rasulullah. Menjadikan dakwah sebagai maksud hidup untuk mencapai puncak pengorbanan merupakan tujuan yang harus dicapai setiap individu pendakwah yang mengerti kondisi umat Islam saat ini. Sebagaimana halnya para sahabat nabi yang dalam riwayat banyak dikisahkan tentang pengorbanan mereka terhadap agama Allah SWT, sehingga Allah memberikan kemulian dan kesempurnaan amal agama dan kehidupan yang tidak hanya berdimensi ibadah semata melainkan mencakup semua bidang kehidupan berupa politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan.

Pada awal perkembangannya yang sedemikian terbatas, Islam mampu menguasai belahan dunia pada saat itu dengan menundukkan Romawi dan Persi serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan ke seluruh belahan dunia. Hal ini merupakan bukti tentang besar dan megahnya Islam dengan generasi yang berpegang teguh pada ajarannya. Hal inilah yang dikehendaki Maulana agar dapat terwujud kembali di kalangan umat Islam. Maulana menghabiskan masa hidupnya untuk berdakwah, mengajarkan prinsip dakwah yang hakiki yakni bahwa setiap diri yang mengaku sebagai umat Islam mempunyai kewajiban dakwah, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.

Dalam salah satu suratnya yang ditujukan pada Syaikh Muhammad Zakariya, beliau menulis:

Aku ingin agar pikiran, hari, kekuatan dan waktuku hanya aku gunakan demi cita-citaku ini saja. Bagaimana aku dapat bekerja selain dari kerja dakwah dan tabligh, sedangkan aku melihat ruh Nabi saw bersedih akibat perilaku buruk umatnya, lemah agama dan aqidah, merosot dan hina serta tidak adanya kejayaan bahkan telah lama digilas kekufuran[11].

Kerisauan yang mendalam akan keadaan umat inilah yang menyebabkan beliau berkeinginan kuat untuk terus berdakwah mengajak orang taat kepada Allah dan menyampaikan kebesaran Allah dengan manifestasi menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Melalui segala macam usaha yang dilakukan oleh beliau dengan pikiran dan kerisauan akhirnya terbentuklah jama’ah-jama’ah yang berkeinginan mendakwahkan kembali ajaran Nabi Muhammad saw kepada umatnya.

Membebankan kewajiban bertabligh (amar ma’ruf nahi munkar) semata-mata pada kalangan ulama adalah sebagai tanda adanya kebodohan pada diri kita. Tugas ulama adalah mengajarkan ilmu dan menunjukkan jalan yang benar akan pemahaman terhadap agama. Sedangkan memerintahkan berbuat kebajikan di antara khalayak dan mengusahakan supaya mereka menuju jalan yang benar adalah tanggung jawab semua orang Islam[12]. Sementara Dr. Sayyid Muhammad Nuh dalam tulisannya menegaskan:

Laju perjalanan umat Islam saat ini jauh tertinggal di belakang, setelah sebelumnya berada di barisan paling depan. Banyak sebab yang menjadikan kaum muslimin dalam kondisi seperti ini, di antara sebab terpenting adalah ditinggalkannya kewajiban dakwah, amar ma’ruf nahi munkar dan jihad fi sabilillah. Semua ini berangkat dari kesalahan persepsi umat dalam memandang kewajiban ini. Masih banyak yang memahami bahwa dakwah adalah kewajiban ulama saja, terbatas dalam bentuk ceramah, khutbah dan mau’idzhoh saja. Sementara itu, sebagian dari mereka ada yang memahami dakwah ini merupakan kewajiban yang berlaku atas setiap individu muslim, namun mereka melakukannya tanpa disertai pemahan yang baik terhadap manhaj dakwah nabawiyah dan rambu-rambu Al-Qur’an[13].

Jauh sebelum itu Maulana Muhammad Ilyas telah memikirkan keadaan ini, sehingga keinginannya yang telah bersatu dengan kerisauannya akan kondisi umat Islam yang dilihatnya, membuatnya mencurahkan hidupnya untuk kerja dakwah. Bahkan Maulana Muhammad Ilyas mulai membangun tradisi dakwah yang ia mulai dengan membentuk jama’ah-jama’ah dakwah yang dikirim ke tempat-tempat tertentu, bahkan dipimpin langsung oleh beliau. Dengan tenaga dan kerisauan yang ada beliau berusaha mengenalkan kewajiban dakwah pada umat Islam dan membangun tradisi tersebut agar semua dapat melaksanakan jalan dakwah ini.

Membangun tradisi dakwah diantara kondisi umat yang jauh dari agama, seperti di Mewat tidaklah semudah yang dibayangkan. Dalam keadaan yang penuh dengan kesesatan dan kejahilan masyarakat, Maulana Muhammad Ilyas terpanggil untuk mengajak mereka kembali kepada Allah dan Rasul-Nya. Terlebih lagi masyarakat yang masih kuat memegang syariat agama. Beliau sangat menyadari bahwa Rasulullah bukanlah orang yang mementingkan diri sendiri, beliau selalu memikirkan umatnya, merisaukan keadaan umatnya di kemudian hari. Sehingga dalam riwayat di beritakan bahwa ketika ajal beliau datang, dengan terbata-bata masih menyebut umatnya. Pikiran itulah yang selalu muncul dalam benak Maulana, bahwa dakwah hari ini adalah bagaimana mengajak umat kembali kepada jalan Allah dan Rasulnya.

Berdasarkan pengalaman dan pemikiran yang panjang, Maulana melihat bahwa para petani Mewat yang miskin tidak mungkin dapat meluangkan waktunya untuk belajar agama, sedangkan mereka masih berada di tengah-tengah lingkungan dengan segala kesibukannya. Bahkan dalam jangka waktu yang pendek yang dapat mereka berikan itu, tidak dapat diharapkan agar mereka dapat memperoleh kesan yang dalam dari ajaran-ajaran agama yang telah mereka peroleh, serta memiliki semangat agama sebagaimana yang diharapkan yang dapat mengubah cara hidup mereka. Sesungguhnya tidak mungkin meminta mereka semuanya untuk ke madrasah. Namun juga tidak tepat berangan-angan bahwa hanya dengan sekedar nasihat dan ceramah akan mengubah kehidupan mereka dari cara-cara jahiliyah kepada cara-cara Islam, baik dalam perangai, tradisi, maupun pola pikir[14].

Peran Maulana Muhammad Ilyas dalam menggerakkan masyarakat Mewat yang jahiliyah itu menyebabkan tumbuhnya suasana agama yang mempengaruhi kehidupan masyarakat. Suasana agama inilah yang diperlukan guna menstimulasi berkembangnya masyarakat yang Islami yang mengikuti kehidupan rasul dan para sahabat. Jama’ah-jama’ah dari masyarakat pun dibentuk untuk dikirim ke beberapa tempat agar dapat memperbaiki diri dalam suasana agama, dengan perbekalan seadanya dan semangat untuk menyebarkan dan mensuasanakan agama.

Datangnya Ramadhan dan cahayanya telah menyinari hati manusia, Maulana Ilyas pun meminta para sahabatnya agar menyiapkan jama’ah untuk dikirim ke Kandhla. Padahal mereka tahu bahwa Kandhla merupakan pusat ilmu dan banyak terdapat rohaniawan. Tentu saja mereka berkeberatan untuk menyampaikan seruan agama tersebut. Apalagi jama’ah itu adalah orang-orang yang bodoh, sungguh ini merupakan suatu yang aneh. Namun akhirnya terbentuklah jama’ah yang terdiri dari sepuluh orang Mewat yang dipimpin oleh Hafidzh Maqbul Hasan. Jama’ah ini bertolak dari Delhi menuju ke Kandhla setelah hari raya. Jama’ah mendapatkan sambutan yang menyenangkan[15].


Jama’ah pertama yang dikirim menyebabkan bertambahnya semangat beliau dalam membangun tradisi dakwah di kalangan masyarakat. Daerah-daerah lain pun mulai dipikirkannya. Gerak jama’ah sangat penting artinya bagi upaya mengubah pola hidup masyarakat. Bagaimanapun keadaannya, beliau tetap berharap dapat mengirimkan jama’ah-jama’ah serupa ke berbagai tempat lainnya. Jama’ah kedua dikirim ke Raipur, kemudian mengadakan ijtima’ (berkumpul bersama) di Chatora hingga terbentuk jama’ah lagi hingga dikirim ke Sonepar, Panipat, dan daerah sekitarnya. Begitulah perkembangan yang terjadi di daerah Mewat dan sekitarnya.

Beliau sepenuhnya meyakini bahwa kebodohan, kelalaian serta hilangnya semangat agama dan jiwa keislaman itulah yang menjadi sumber kerusakan. Adapun satu-satunya jalan keluar adalah membujuk orang-orang Mewat supaya keluar (dari kampung halamannya) guna memperbaiki diri, belajar agama, dan melatih kebiasaan yang baik hingga tumbuh kesadarannya untuk lebih mencintai agama daripada dunia, dan mementingkan amal daripada mal (harta)[16]. Maulana bercita-cita mewujudkan satu generasi yang benar-benar mau berkorban untuk agama, seperti berkorbannya para sahabat dahulu. Jika sehari-hari mereka berkorban waktu, harta, dan diri mereka untuk keduniaan, maka mereka pun harus berusaha untuk berkorban dengan diri, harta dan waktu mereka untuk agama. Menjadi hal yang biasa bahwa segala sesuatu yang diperoleh melalui pengorbanan akan sangat dicintai.

Lambat laun suasana di Mewat semakin berubah. Bahkan perubahan tersebut makin tampak pada cara hidup dan tradisi mereka. Mewat menjadi tanah gembur dan subur yang apabila tanaman dakwah Islamiyah dan pengajaran hukum-hukum agama ditanamkan akan tumbuh, berkembang dan berbuah di tempat tersebut[17]. Perkembangan yang terjadi di Mewat adalah perkembangan yang mengesankan, Mewat yang pada mulanya dilingkupi jahiliyah kini telah berubah menjadi pusat dakwah dan siar agama. Usaha Maulana Muhammad Ilyas yang pertama adalah menanamkan iman dan keyakinan yang benar terhadap Allah SWT dengan cara yang telah dicontohkan Rasulullah. Kemudian beliau menyampaikan keutamaan-keutamaan beramal dan kerugian meninggalkannya serta mengajak umat Islam untuk berkorban menyisihkan diri, harta dan waktunya di jalan Allah.

Sampai akhir hayatnya beliau tetap mencurahkan perhatiannya pada usaha dakwah ini. Bahkan setelah berkembang di India, usaha dakwah ini berkembang ke seluruh dunia. Hingga saat ini negara-negara di beberapa berlahan benua telah memiliki amal jama’ah dakwah. Mereka terus bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain untuk mengajak manusia kembali kepada tugas utama sebagai hamba Allah yang sudah seharusnya mengabdi dengan segenap jiwa dan raga serta sebagai umat Nabi yang terakhir Muhammad saw yang mempunyai tugas dakwah beramar ma’ruf nahi munkar.

--------------------------------------------------------------------------------

[1]Riwayat Hidup maulana Muhammad Ilyas diambil dari buku karangan Sayyid Abul Hasan Ali-Nadwi, (1999), Riwayat Hidup Dan Usaha Dakwah Maulana Muhammad Ilyas, Yogyakarta: Ash-Shaff, hlm. 5-18

[2]lihat, H.A. Hafizh Dasuki (et al), (1993), Ensiklopedi Islam Vol. S1-1, Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, hlm. 266
[3]Kutubus Sittah berarti kitab yang enam yaitu kitab-kitab hadits yang telah dijadikan standar para ulama dan kaum muslimin untuk menjadi hujjah bagi persoalan-persoalan agama diantaranya adalah Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majjah.

[4]Infiradi berasal dari kata faroda yang dalam bahasa arab berarti sendiri, yang dimaksudkan adalah beramal secara sendiri atau tidak berjama’ah

[5]Sayyid Abul Hasan Ali Nadwi, op. cit., hlm. 14

[6]Sayyid Abul Hasan Ali An-Nadwi, op. cit., hlm. 39-40

[7]Ibid, hlm. 43-44

[8]Tutus Hendrato, op. cit., hlm. 22-23

[9]Ibid, hlm. 24

[10]Sayyid Abul hasan Ali- Nadwi, op. cit., hlm. 127-128

[11]Ibid, hlm. 145

[12]Maulana Ihtisamul Hasan Kandhalawi, (1998), Keruntuhan Umat Islam Dan Cara Mengatasinya, Yogyakarta: Ash-Shaff, hlm. 23

[13]Sayyid Muhammad Nuh, (1996), Dakwah Fardiyah, Dalam Manhaj Amal Islami, Solo: Citra Islami Press, hlm. 9

[14]Sayyid Abul Hasan Ali-Nadwi, loc. cit., hlm 44

[15]Ibid, hlm. 47

[16] Sayyid Abul Hasan Ali-Nadwi, op. cit., 45-46

[17]Ibid, hlm. 51


BACK
Posted by yahya at 9.48.MD
Subscribe to: Posts (Atom)

Usaha Dakwah


Usaha Dakwah

Juni 28, 2008 in Muzakarah Dakwah | Tags: Muzakarah Dakwah, Religion
Usaha dakwah adalah sarana tarbiya umat untuk mencapai kesempurnaan sifat umat di seluruh alam yang dikerjakan secara bertahap-tahap sehingga umat ini layak untuk meneruskan risalah kenabian.
Tarbiyah bagi umat untuk mencapai sifat-sifat :
1.Iman dan yakin seperti iman dan yakinnya Rasulullah saw
2.Fikir dan risau seperti fikir dan risau Rasulullah saw
3.Maksud hidup seperti maksud hidup Rasulullah saw
4.Kecintaan seperti kecintaan Rasulullah saw
5.Tertib hidup seperti tertib hidup Rasulullah saw

Tahapan-tahapan dalam Usaha Dakwah :
1.Tahap dasar ( 10% nishab umur )
2.Tahap menengah ( 1/3 nishab umur)
3.Tahap tinggi ( harta, diri, waktu siap dimusyawarahkan)

Fase-fase dalam dakwah :
1.Fase jahiliyyah (sebelum kenal usaha dakwah)
2.Fase Hidayah (dikenalkan dalam usaha dakwah)
3.Fase Tarbiyah (dididik dan digembleng dalam usaha dakwah)
4.Fase Nushroh (ditolong Allah dan manusia berbondong-bondong masuk Islam)

Usaha dakwah adalah usaha atas hati-hati manusia yang hasilnya berupa hidayah.
Niat Dakwah :
1.Ishlah Diri
2.Dakwah sebagai maksud hidup
3.Siap dihantar ke seluruh alam
4.Mengharap ridho Allah

Ghiroh Dalam Dakwah :
1.Kalah untuk menang
2.Lembut tapi tembus
3.Keras tapi tidak kurang ajar

13 Asas Usaha Dakwah :
1.Individu dan jamaah bukan pertemuan besar-besaran
2.Kerisauan hati bukan fikir yang tinggi
3.Musyawarah bukan perintah
4.Diri bukan harta
5.Tawadhu bukan sombong
6.Senyap-senyap bukan propaganda
7.Perdamaian bukan peperangan
8.Kesatuan hati bukan perpecahan
9.Amar makruf bukan nahi mungkar
10.Gerak bukan bicara
11.Ringkas bukan detail
12.Ushul bukan furu’
13.Berita gembira bukan menakutkan
Usaha Dakwah dibuat dengan 4 perkara :
1.Hikmah
2.Bashirah
3.Husnul Tadbir
4.Akhlaq

13 Sifat Da’i dalam buat Usaha Dakwah :
1.Mahabbah kepada semua makhluk
2.Rela berkorban untuk agama baik waktu, diri, dan harta
3.Niat ishlah diri
4.Mencari Ridho Allah
5.Istighfar setelah beramal
6.Tabah dalam menghadapi segala ujian
7.Menisbatkan diri hanya kepada Allah
8.Tidak putus asa terhadap segala kegagalan
9.Sabar seperti onta
10.Tawadhu seperti bumi
11.Tegak kokoh seperti gunung
12.Berpandangan luas seperti langit
13.Bergerak memberi manfaat seperti matahari

Cara mendapatkan sifat-sifat da’i :
1.Tingkatkan pengorbanan
2.Sambut Takaza
3.Zuhud
4.Ikhlash
5.Akhlaq

4 Pengorbanan dalam usaha dakwah :
1.Korban Nishob
2.Korban Nishob ditambah Takaza
3.Korban perasaan
4.Korban menunda kesenangan dunia untuk akhirat

4 Halangan dalam Usaha Dakwah :
1.Ilmu
2.Keluarga
3.Pekerjaan
4.Dapat Ujian

4 Ujian dalan Usaha Dakwah :
1.Dimuliakan
2.Dihinakan
3.Ditambah rezeki
4.Dikurangi rezeki

4 Penyakit dalam Usaha Dakwah :
1.Terlalu bersemangat
2.Putus asa
3.Niat tidak betul
4.Melihat hasil

3 Perkara yang membuat maju Usaha Dakwah :
1.Kesatuan hati
2.Kesatuan fikir
3.Kesatuan kerja

3 Perkara uang membuat mundur Usaha Dakwah, apbila mengandalkan :
1.Bayan (Ceramah-ceramah)
2.Tulisan
3.Cara Sendiri dengan mengikuti hawa nafsu

2 Perkara ujung tombak Usaha Dakwah :
1.Jemaah Jalan Kaki
2.Jemaah Masturoh

5 Perkara supaya dikekalkan dalam Usaha Dakwah :
1.Niat Ishlah
2.Menjadikan dakwah sebagai maksud hidup
3.Jangan lihat / membicarakan dan mencari-cari kesalahan orang lain
4.Jangan lihat hasil
5.Bersabar terhadap segala ujian yang datang

5 Perkara yang merusakkan Usaha Dakwah :
1.Buruk Sangka
2.Berdebat / berbantah-bantahan
3.Menyalahi sunnah
4.Ujub
5.Takabbur
type="text/javascript">