Hukum khuruuj (keluar) bersama jamaah tablig (Syeikh Mustafa eladawy)

Sabtu, 10 April 2010

Adakah dakwah syaikh maulana itu sesuai sunah, adakah rasulullah menentukan hari tertentu?

Adakah dakwah syaikh maulana itu sesuai sunah, adakah rasulullah menentukan hari tertentu, saya kira itukan hanya peraturan yang ada di JT aja !

Pertanyaan di atas itu merupakan satu hal yang disampaikan melalui http://usahadawah.com/2008/11/19/melepas-kedok-jemaah-tabligh-bagian-5-habis/#comment-391.

Kepada Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah swt,

Mudah-mudahan kita semua berada dalam lindungan dan rahmat Allah swt, karena perkara ini merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan kita yang sementara ini. Sholawat dan salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada para Shahabat RA, dan juga kepada pengikutnya yang setia sampai akhir jaman.

Pertanyaan “Apakah metoda da’wah Maulana Ilyas Rah ini sesuai dengan Sunnah Rasulullah SAW?” merupakan pertanyaan yang sering disampaikan. Mari kita ungkap bersama dalam hal ini dengan analisa dan sintesa terhadap perjalanan Rasulullah SAW dan para Shahabat RA. Perjalanan ini perlu dibagi ke dalam dua sisi perjalanan sejarah yaitu Mekkah dan Madinah, dan titik perpaduan dua sisi ini adalah hijrah itu sendiri.

Kita memulai dengan pertanyaan-pertanyaan untuk menguraikan hal-hal yang perlu diketahui bersama ketika masa mekkah, sebelum menjawab pertanyaan di atas.

Bagaimana cara da’wah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA ketika jaman itu?

Apakah Nabi kita menyampaikan da;wah Islam kepada masyarakat di mekah dan thaif melalui selembaran, brosur, ataupun media lainnya?

Apakah Nabi kita melakukan da’wah ini bertemu langsung dengan masyarakat di jaman itu?

Bagaimana yang dilakukan Abu Bakar RA ketika sudah masuk Islam, dan bagaimana da’wah yang disampaikannya?

Apakah beliau, Abu Bakar RA, menggunakan surat atau selembaran untuk menyampaikan da’wahnya? Atau bertemu langsung dengan kalangan manusia di saat itu?

Apakah Rasulullah SAW bertemu dengan kumpulan manusia dari tempat ke tempat ketika beliau menyampaikan Islam di Mekkah atau beliau diundang?

Apakah Abu Bakar RA ini suka membantu da’wah Nabi kita sebagai pengarah kepada kaum-kaum di sekitar mekkah itu?

Apakah Nabi kita ketika menyampaikan da’wah di thaif dengan berbatas waktu?

Bagaimana cara Nabi kita da’wah di Thaif, meskipun akhirnya beliau dilempari dengan batu? Apakah beliau ini mengundang, atau beliau bertemu dahulu dengan para pemimpin di sana kemudian bertemu dengan masyarakat umum?

Apakah Nabi kita mengutus Musyaib bin Umair RA menyampaikan da’wah dan pengajaran Islam ke Madinah ini ditetapkan waktunya?

Bagaimana cara da’wah Musyaib Bin Umair RA di Madinah, ketika diutus Nabi kita, Nabi Muhammad SAW?

Apakah da’wah Nabi kita dengan harta sendiri?

Dan masih banyak pertanyaan dapat diungkap di sini untuk melakuakn ekplorasi sejarah perjalanan da’wah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA ketika waktu mekkah. Selanjutnya kita bertanya ketika waktu madinah.

Apa yang disiapkan Nabi Kita, Nabi Muhammad SAW, ketika sampai di madinah pertama kali? Apakah rumah beliau atau masjid terlebih dahulu?

Apa yang dilakukan oleh beliau ketika di Madinah, terutama di masjid Nabawi itu?

Bagaimana cara Nabi kita menyampaikan da’wah Islam ke kampung lainnya? Apakah melalui surat atau bagaimana?

Apa yang dilakukan shahabat di rumah-rumah mereka ini?

Apakah Nabi mengirim orang-orang ke pemimpin bangsa lain untuk mengajak masuk Islam? Bagaimana sampai kesana? Dan apa yang diucapkan para Shahabat RA ketika itu?

Apakah para Shahabat RA ketika berpergian jihad/da’wah dengan harta sendiri atau harta orang lain?

Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui sejarah di waktu itu untuk lebih mengenal dengan dekat sejarah Nabi bagaimana menjalankan da’wah itu.

Kami sebutkan di bawah ciri da’wah maulana Ilyas :

1. Berbasis di masjid

2. Bertemu langsung dengan kaum muslimin

3. Mengetuk dari rumah ke rumah

4. Melakukan perjalanan ke masjid-masjid kaum muslimin

5. Melakukan secara infirodhi dan ijtima’iyyah (jama’ah/rombongan)

6. Mengeluarkan dengan harta dan jiwa sendiri. (Catatan: Silahkan perhatikan dalam al-quran, ini merupakan tertib yang kurang banyak diperhatikan kaum muslimin)

7. Belajar langsung dalam perjalanan atau dalam bentuk mudzakarah

8. Membiasakan musyawarah untuk merencanakan kerja

dan masih banyak lagi yang tidak dapat dijelaskan. Dan hal itu kita dapat mulai melakukan kajian terhadap pertanyaan semula: “apakah metodologi ini sangat dekat dengan cara-cara da’wah yang dibangun oleh Rasulullah SAW?”

Da’wah ini masih merupakan alif, ba, ta, dan masih panjang perjalanan da’wah ini untuk menjadikan Islam sebagai rahmatan Lil ‘Alamin. Karena kita kaum muslimin semuanya belum bersedia, risau, dan berpikir hidayah Islam sebagai rahmatan Lil’alamin, sehingga seluruh ummat manusia mengabdi kepada Allah swt dan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW.

Dan untuk lebih mengetahui, sebenarnya dipersilahkan untuk keluar/khuruj dengan waktu yang sesuai dengan waktu yang dimilikinya.

sumber : http://usahadawah.com/2009/02/25/adakah-dakwah-syaikh-maulana-itu-sesuai-sunah-adakah-rasulullah-menentukan-hari-tertentu/

0 komentar:

Poskan Komentar

type="text/javascript">